Membangun Resiliensi Akademik Mahasiswa Rantau: Tinjauan Sistematis terhadap Faktor-Faktor yang Memengaruhi
DOI:
https://doi.org/10.69836/ncrcs-sinesia.v1i1.29Keywords:
Academic Resilience, Foreign Students, Social SupportAbstract
Mahasiswa rantau kerap menghadapi tantangan multidimensi, seperti akademik, psikologis, dan sosial selama masa studi. Dalam konteks ini, resiliensi akademik menjadi salah satu faktor penting yang mendukung kemampuan mereka untuk tetap bertahan dan mencapai prestasi optimal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi resiliensi akademik mahasiswa rantau. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan protokol PRISMA. Awalnya, 159 naskah yang terindks Google Scholar berdasarkan kata kunci tertentu, dan melalui proses seleksi bertahap sesuai kriteria inklusi-eksklusi, diperoleh enam artikel sebagai fokus analisis. Hasil menunjukkan bahwa resiliensi akademik mahasiswa rantau dipengaruhi oleh dukungan sosial (keluarga, teman, komunitas, lingkungan akademik), aspirasi akademik, dan kecerdasan spiritual. Sebagian besar mahasiswa rantau memiliki resiliensi akademik tinggi (>70%), terutama pada aspek ketekunan. Meskipun dukungan sosial memberikan kontribusi signifikan (31–41%), faktor seperti regulasi diri, optimisme, dan lingkungan belajar juga turut memengaruhi. Temuan ini dapat menjadi dasar dalam pengembangan program pendampingan akademik dan pembinaan psikososial bagi mahasiswa rantau di perguruan tinggi.
