Penggunaan Artificial Intelligence sebagai Media Curhat: Tinjauan Literatur dalam Perspektif Bimbingan dan Konseling

Authors

  • Elsya Ameylia Pradina UIN Raden Mas Said Surakarta, Central Java, Indonesia Author
  • Erlin Yunisa Anggraini UIN Raden Mas Said Surakarta, Central Java, Indonesia Author
  • Indah Wulandari UIN Raden Mas Said Surakarta, Central Java, Indonesia Author
  • Lavenia Mardi Astuti UIN Raden Mas Said Surakarta, Central Java, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.69836/ncrcs-sinesia.v2i1.129

Keywords:

Artificial Intelligence, media curhat, dukungan emosional digital, remaja, bimbingan dan konseling

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara individu mengekspresikan emosi dan mencari dukungan psikologis. Salah satu fenomena yang semakin muncul adalah penggunaan Artificial Intelligence (AI) sebagai media curhat. Banyak individu, khususnya remaja dan dewasa muda, mulai memanfaatkan AI untuk berbagi perasaan, menceritakan masalah pribadi, hingga mencari saran ketika menghadapi kesulitan emosional. Fenomena ini menarik untuk dikaji karena dapat memengaruhi cara individu memperoleh dukungan psikologis serta memiliki implikasi terhadap praktik bimbingan dan konseling di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk memahami alasan individu menggunakan AI sebagai media curhat serta melihat implikasinya terhadap layanan bimbingan dan konseling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, yaitu dengan mengkaji berbagai jurnal ilmiah dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penggunaan AI dalam konteks dukungan emosional dan komunikasi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang mendorong individu menggunakan AI sebagai media curhat, antara lain rasa anonimitas yang memberikan perlindungan identitas, kemudahan akses selama 24 jam dengan respons yang cepat, perasaan tidak dihakimi ketika menyampaikan masalah, adanya kontrol yang lebih besar terhadap proses interaksi, serta tidak adanya tuntutan komunikasi nonverbal seperti dalam interaksi langsung dengan manusia. Temuan ini menunjukkan bahwa AI dapat menjadi alternatif ruang ekspresi emosional bagi individu di era digital. Namun demikian, fenomena ini juga memberikan tantangan sekaligus peluang bagi praktik bimbingan dan konseling untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar tetap relevan dalam memberikan dukungan psikologis kepada masyarakat.

Author Biographies

  • Elsya Ameylia Pradina, UIN Raden Mas Said Surakarta, Central Java, Indonesia

    Elsya Ameylia Pradina lahir pada 9 Desember 2005 dan saat ini sedang menempuh pendidikan di bidang Bimbingan dan Konseling Islam. Ia memiliki ketertarikan pada bidang pengembangan diri, kesehatan mental, serta dinamika psikologis remaja. Dalam perjalanan akademiknya, Elsya aktif mengikuti berbagai kegiatan organisasi baik di dalam maupun di luar lingkungan kampus. Ia terlibat dalam kegiatan kerelawanan yang bergerak di bidang kemanusiaan serta aktif dalam organisasi kepemudaan yang berfokus pada pengembangan kepemimpinan, kepedulian sosial, dan pembinaan karakter.Selain aktif berorganisasi, Elsya juga memiliki minat besar dalam dunia menulis. Ia sedang terus belajar mengembangkan kemampuan menulisnya melalui berbagai karya. Salah satu tulisannya telah dipublikasikan dalam bentuk artikel jurnal ilmiah, serta beberapa tulisan lainnya dipublikasikan melalui platform website. Ke depan, ia berharap dapat terus mengembangkan diri dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui bidang konseling, kepenulisan, dan kegiatan sosial.

  • Erlin Yunisa Anggraini, UIN Raden Mas Said Surakarta, Central Java, Indonesia

    Erlin Yunisa Anggraini adalah mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam di UIN Raden Mas Said Surakarta. Lahir pada 1 September 2004, Erlin memiliki ketertarikan pada bidang pendidikan inklusif dan layanan bimbingan konseling bagi anak berkebutuhan khusus. Fokus kajian yang diminati meliputi pendampingan anak dengan hambatan intelektual (tunagrahita), khususnya dalam aspek perkembangan emosi dan kemampuan adaptasi sosial. Dalam aktivitas akademiknya Erlin aktif mengembangkan pemahaman mengenai pendekatan konseling yang adaptif dan humanis guna mendukung kebutuhan perkembangan anak secara optimal. Selain itu ia juga tertarik pada penguatan peran konselor dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan ramah anak. Saat ini Erlin tengah mengembangkan kajian yang berfokus pada intervensi konseling sebagai upaya meningkatkan kesadaran emosi dan keterampilan sosial anak berkebutuhan khusus, sebagai bagian dari kontribusi dalam bidang bimbingan dan konseling Islam.

  • Indah Wulandari, UIN Raden Mas Said Surakarta, Central Java, Indonesia

    Indah Wulandari, lahir pada 01 Oktober 2005. Saat ini saya merupakan mahasiswi di UIN Raden Mas Said Surakarta pada Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI). Saya memiliki ketertarikan yang besar dalam bidang bimbingan dan konseling, khususnya dalam membantu individu memahami diri serta mengatasi berbagai permasalahan kehidupan, sehingga mendorong saya untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan baik secara akademik maupun sosial. Saya tumbuh dalam lingkungan yang menjunjung nilai kebersamaan, tanggung jawab, dan keagamaan, yang membentuk saya menjadi pribadi yang peduli, mampu bekerja sama, dan memiliki semangat untuk berkembang. Melalui proses perkuliahan dan berbagai pengalaman, saya terus berupaya meningkatkan kemampuan komunikasi, empati, serta keterampilan dalam membantu orang lain. Saya bercita-cita menjadi seorang konselor yang profesional dan berintegritas, serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam mencapai kesejahteraan psikologis dan spiritual.

  • Lavenia Mardi Astuti, UIN Raden Mas Said Surakarta, Central Java, Indonesia

    Lavenia Mardi Astuti Lahir di Surakarta pada 26 April 2004, merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Saat ini sedang menempuh pendidikan Strata 1 (S1) di UIN Raden Mas Said Surakarta pada program studi Bimbingan dan Konseling Islam, dan telah memasuki semester 6. Dalam kesehariannya dikenal sebagai pribadi yang tekun serta memiliki semangat dalam mengembangkan diri. Memiliki ketertarikan pada kegiatan membaca yang membantu memperluas wawasan dan memperdalam pengetahuan. Selain itu, juga memiliki hobi memasak sebagai aktivitas yang menyenangkan dan bermanfaat untuk mengisi waktu luang. Melalui pendidikan yang dijalani, berupaya untuk meningkatkan kemampuan dalam bidang konseling serta memiliki harapan dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya dalam membantu individu menghadapi berbagai permasalahan kehidupan.

References

Apriliana, H. K., Kornarius, Y. P., & Caroline, A. (2024). Perkembangan Penerapan Teknologi Artificial Intelligence di Indonesia. Jurnal Syntax Admiration, 5(10), 3864–3874.

Ardiyanti, S., & Siregar, V. C. (2026). Artificial Intelligence sebagai Asisten Konseling Mandiri dalam Membantu Mengelola Masalah Rumah Tangga Pemicu Perceraian pada Ibu Rumah Tangga Generasi Z di Kota Medan. 9, 1–11.

Aryani, F., Rais, M., Kasim, O., Sinta, N., & Dewi Pratiwi. (2025). The Influence Of the Behavior Of Using Artifical Intelligence (AI) On The Self-Efficacy Of UNM Guidance and Counseling Student. Jurnal Psikologi Pendidikan Dan Konseling, 11(2), 112–127.

Chandra, M., Hernandez, J., Ramos, G., Ershadi, M., Bhattacharjee, A., Amores, J., Okoli, E., Paradiso, A., Warreth, S., & Suh, J. (n. d. . (2025). Longitudinal Study on Social and Emotional Use of AI Conversational Agent. ArXiv Preprint, 1(1).

Fadhila Malasari Ardini, M. J. (2025). Pendekatan Filosofis dalam Pengembangan Layanan. Indonesian Journal of Educational Counseling, 157–167.

Farsiah, L. S. R., Saragih, N. A., & Lubis, L. S. (2025). Transformasi layanan konseling di era digital: Studi kualitatif tentang penggunaan AI oleh siswa SMA. Jurnal Psikologi Konseling, 18(1), 126–128.

Hari Mohan Pandey. (2024). Artificial Intelligence In Mental Health and Well-Being: Evolution, Current Applications, Future Challenges, and Emerging Evidence. ArXiv Preprint.

Haryadi, Y. N. N., & Purwanto. (2025). Personalisasi Akal Imitasi ChatGPT Sebagai Teman Curhat Muslimah Oleh Mahasiswa PAI UIN RM Said Surakarta. Prosiding Nasional, 107–126.

Hidayati, R., & Kurniadi, T. (2025). Kebutuhan Psikologis Dasar dan Interaksi Digital: Analisis Kecemasan di Kalangan Remaja. Jurnal Psikologi Sosial Dan Budaya, 11(1), 88–104.

Huang, O. Y., Stodolska, M., & Sultana, S. (2026). Emotional Support with Conversational AI : Talking to Machines About Life. CHI’24, Nov, 2026, USA, 1(1), 1–28. https://doi.org/10.1145/3491102.43

Ilman, A., Robyh, A., & Hariyadi, S. (2024). DAMPAK PERKEMBANGAN AI ( ARTIFICIAL INTELLIGENCE ). 9(2).

Irmansyah, D., Lokatara, B. A., Saputra, M. I., Faradillah, S., Komputer, F. I., & Info, A. (2023). ANALISIS PERKEMBANGAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM BIDANG BISNIS : SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW. Jurnal Teknologi Informasi, 4(2), 298–309. https://doi.org/https://doi.org/10.46576/djtechno

Johnson, T., & Lee, M. (2023). User Perceptions of AI-Mediated Emotional Support: A Psychological Perspective. Jurnal Psikologi Digital, 8(3), 180–197.

Li, H.Zhang, Y., & Xiao, Y.Li, Y. (2023). artificial Intellligence conversational agents for mental health and well-being: A meta- analysis. Npj Digital Medicine, 6, 79.

Li, L., Peng, W., & Rheu, M. (2024). Factors prediting adoption of AI chatboth for mental health. In Telemedicine and E-Health. Telemedicine and E-Health.

Lia Satriani Ramdhan Farsiah, N. A. (2025). Transformasi Layanan Konseling di Era Digital: Studi Kualitatif tentang Penggunaan AI oleh Siswa SMA. Jurnal Psikologi Konseling, 126–130.

Maslina, S. P. (2025). Bimbingan dan Konseling Di Era Society 5.0: Menyeimbangkan Soft Skill dan Kecerdasan Digial (AI). Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 3246–3251.

Nadhiroh, F. A. (2025). Mengatasi Tantangan dalam Bimbingan dan Konseling di Era Digital. AL-IRSYAD: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 45.

Pratama, G. S., & Suryani, A. (2025). Peran Teknologi Digital dalam Strategi Coping Remaja: Antara Sesama dan Bantuan AI. Jurnal Psikologi Pendidikan, 9(1), 33–50.

Rahman, A. F., Fathurrahman, M. R., & Putri, D. A. (2024). Self-Disclosure dalam Komunikasi Digital: Analisis Pengungkapan Diri Generasi Muda di Media Berbasis Teknologi. Jurnal Komunikasi Dan Media Digita, 4(2), 89–101.

Ramadhani, A. P., Kurniawan, B. D., & Mahardika, R. (2025). Penggunaan Media Digital sebagai Ekspresi Emosi pada Siswa: Implikasi Terhadap Layanan Konseling Sekolah. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dan Konseling: Tantangan Dan Peluang, 4(2), 112–125.

Ramdhan, S. L., Saragih, N. A., & Lubis, L. S. (2025). Transformasi Ekspresi Emosi dalam Interaksi Digital di Kalangan Siswa SMA. PSIKOLOGI KONSELING, 18(1), 101–110.

Sakinah, N., Masrukhin, A. R., Hakim, F., & Uke, O. G. (2025). Pengaruh Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) Sebagai Alternatif “Curhat” Terhadap Minat Konseling Transaksional. TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 9(1), 12–25.

Saputra, A., Dewi, S., & Hidayat, R. (2025). Kontrol Interaksi dan Kebutuhan Emosional dalam Penggunaan AI Sebagai Media Curhat. Jurnal Psikologi Konseling dan Interaksi Digital. Jurnal Psikologi Konseling Dan Interaksi Digital, 3(2), 54–70.

Siddals, S., Torous, J., & Coxon, A. (2024). It happened to be the perfect thing”: Experiences of generative AI chatbots for mental health. Npj Mental Health Research, 3.

Siswanto, A., & Intan Maharani Putri. (2025). Hubungan Pengalaman Interaksi Tatap Muka dengan Preferensi Penggunaan Media Digital Sebagai Media Curhat pada Remaja. Jurnal Psikologi Perilaku Dan Interaksi Sosial, 10(2), 98–113.

Sitanggang, Sahata, A., Syawali, I. A., Hafizh, S. F., Sholih, F. Z., Alwizard, M., & Nauw, A. A. (2025). Peran Chatbot Artificial Intelligence (AI) sebagai Teman Virtual: Literature Review. Neptunus: Jurnal Ilmu Komputer Dan Teknologi Informasi, 3(3), 219–228.

Smith, M. G., Bradbury, T. N., & Karney, B. R. (2025). Can generative AI chatbots emulate human connection? A relationship science perspective. Perspectives on Psychological Science, 20(6).

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif dan R&D. Alfabeta.

Sutrisno, R., Sofiana, N., & Nuurfathina., S. (2025). Pemanfaatan Chatbot Artificial Intelligence dalam Dukungan Kesehatan Mental: Kajian Literatur Sistematis. Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik, 6(1), 12–21.

Syafawani, Armilus, D., A., Amin M. L., &, & Dzulqarnain. (2025). Fenomena Curhat ke AI: Tinjauan Sosiologi Digital Terhadap Pergeseran Interaksi Sosial di Indonesia. Jurnal Sosial Dan Sains, 5(12), 849–860.

Wijaya, P. F., & Hartono, M. (2025). Hubungan Penggunaan Layanan Digital dan Kesehatan Mental pada Mahasiswa. Jurnal Psikologi Konseling Dan Pendidikan, 11(1), 67–82.

Yani, A. (2024). Peran Artificial Intelligence sebagai Salah Satu Faktor dalam Menentukan Kualitas Mahasiswa d i Era Society 5 . 0. Journal of Education Research, 5(2), 1089–1096.

Yoseppin, Graciella, Dewi, P. A. M. N., & Purba, Y. K. (2025). Fenomena Chatbot AI Sebagai Teman Curhat: Implikasi Pada Hubungan Antarpribadi di Era Digital. Calathu: Jurnal Ilmu Komunikasi, 7(1), 45–53.

Zed, M. (2014). Metode Penelitian Kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.

Zheng, Xi. Zhouyang,Li. Yuhan, L. (2025). Customizing Emotional Support : How Do Individuals Construct and Interact With LLM-Powered Chatbots. ArXiv Preprint.

Downloads

Published

2026-05-22

How to Cite

Penggunaan Artificial Intelligence sebagai Media Curhat: Tinjauan Literatur dalam Perspektif Bimbingan dan Konseling. (2026). Proceedings National Conference Sinesia, 2(1), 784-810. https://doi.org/10.69836/ncrcs-sinesia.v2i1.129

Similar Articles

11-20 of 110

You may also start an advanced similarity search for this article.