Profil Kategori Risiko Metabolik dan Faktor Gaya Hidup yang Berhubungan pada Program Skrining Berbasis Masyarakat

Authors

  • Aida Ayu Chandrawati Universitas Negeri Makassar, South Sulawesi, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.69836/ncrcs-sinesia.v2i1.218

Keywords:

metabolic risk, metabolic syndrome, lifestyle factors, community screening

Abstract

Sindrom metabolik merupakan salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap peningkatan kejadian penyakit tidak menular di masyarakat. Identifikasi dini faktor risiko metabolik melalui skrining berbasis komunitas penting untuk mencegah progresivitas penyakit dan komplikasinya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil kategori risiko metabolik serta menganalisis hubungannya dengan faktor gaya hidup pada masyarakat yang mengikuti program skrining berbasis masyarakat. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional pada 143 responden di wilayah kerja Puskesmas Cempae Kota Parepare. Risiko metabolik dinilai menggunakan kartu skrining sederhana yang mencakup parameter klinis dan gaya hidup, meliputi tekanan darah, kadar glukosa darah, indeks massa tubuh, lingkar perut, aktivitas fisik, dan pola makan. Analisis deskriptif digunakan untuk menampilkan distribusi kategori risiko, sedangkan hubungan antara kategori risiko dan faktor gaya hidup dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 120 responden (83,9%) termasuk kategori risiko tinggi dan 23 responden (16,1%) kategori risiko sedang, tanpa responden pada kategori risiko rendah. Skor median risiko metabolik adalah 8 dengan rentang 3–15. Faktor gaya hidup yang kurang sehat, terutama rendahnya aktivitas fisik dan pola makan yang kurang baik, lebih banyak ditemukan pada kelompok risiko tinggi. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat yang mengikuti skrining berada pada kategori risiko tinggi, dan faktor gaya hidup berhubungan dengan peningkatan risiko metabolik. Temuan ini menegaskan pentingnya skrining dini dan intervensi berbasis gaya hidup di tingkat komunitas.

Author Biography

  • Aida Ayu Chandrawati, Universitas Negeri Makassar, South Sulawesi, Indonesia

    Penulis lahir di Palu pada tanggal 7 September 1992. Ketertarikannya terhadap ilmu Biomedik mulai tumbuh sejak tahun 2021, yang kemudian mendorongnya untuk melanjutkan studi di Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin pada Program Studi Ilmu Biomedik. Penulis berhasil menyelesaikan pendidikan magisternya dan lulus pada tahun 2023. Sebelumnya, penulis menyelesaikan pendidikan Sarjana Kedokteran (S.Ked) dan Pendidikan Profesi Dokter (dr.) di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar. Latar belakang pendidikan tersebut menjadi landasan yang kuat bagi penulis untuk menekuni bidang akademik dan penelitian, khususnya di bidang Biokimia dan Biologi Molekuler. Saat ini, penulis bekerja sebagai dosen tetap di Program Studi Sarjana Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Makassar (FK UNM). Di lingkungan kampus, penulis dipercaya untuk menjabat sebagai Ketua Unit Penjaminan Mutu dan Ketua Departemen Biokimia FK UNM. Selain mengampu mata kuliah Biokimia dan Biologi Molekuler, penulis juga aktif dalam berbagai kegiatan ilmiah dan organisasi keprofesian, di antaranya sebagai anggota Perhimpunan Biokimia dan Biologi Molekuler Indonesia (PBBMI). Di luar aktivitas mengajar, penulis juga aktif dalam menulis jurnal ilmiah, buku ajar, serta book chapter di bidang kedokteran dan ilmu biomedik. Email Penulis : aidayuchandrawati@gmail.com 

References

Agustina, R., Dartanto, T., Sitompul, R., Susiloretni, K. A., Suparmi, Achadi, E. L., Taher, A., Wirawan, F., Sungkar, S., Sudarmono, P., Shankar, A. H., Thabrany, H., Agustina, R., Dartanto, T., Sitompul, R., Susiloretni, K. A., Suparmi, Achadi, E. L., Taher, A., … Khusun, H. (2019). Universal health coverage in Indonesia: concept, progress, and challenges. The Lancet, 393(10166), 75–102. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(18)31647-7

Alberti, K. G. M. M., Eckel, R. H., Grundy, S. M., Zimmet, P. Z., Cleeman, J. I., Donato, K. A., Fruchart, J.-C., James, W. P. T., Loria, C. M., & Smith, S. C. (2009). Harmonizing the Metabolic Syndrome. Circulation, 120(16), 1640–1645. https://doi.org/10.1161/CIRCULATIONAHA.109.192644

Alemany, M. (2024). The Metabolic Syndrome, a Human Disease. International Journal of Molecular Sciences, 25(4), 2251. https://doi.org/10.3390/ijms25042251

Behera, B. K., Prasad, R., & Shyambhavee. (2022). Primary health-care goal and principles. In Healthcare Strategies and Planning for Social Inclusion and Development (pp. 221–239). Elsevier. https://doi.org/10.1016/B978-0-323-90446-9.00008-3

Bischof, E., Scheibye-Knudsen, M., Siow, R., & Moskalev, A. (2021). Longevity medicine: upskilling the physicians of tomorrow. In The Lancet Healthy Longevity (Vol. 2, Number 4, pp. e187–e188). Elsevier Ltd. https://doi.org/10.1016/S2666-7568(21)00024-6

Ferreira-Hermosillo, A., Ramírez-Rentería, C., Mendoza-Zubieta, V., & Molina-Ayala, M. A. (2014). Utility of the waist-to-height ratio, waist circumference and body mass index in the screening of metabolic syndrome in adult patients with type 1 diabetes mellitus. Diabetology & Metabolic Syndrome, 6(1), 32. https://doi.org/10.1186/1758-5996-6-32

Galaviz, K. I., Narayan, K. M. V., Lobelo, F., & Weber, M. B. (2018). Lifestyle and the Prevention of Type 2 Diabetes: A Status Report. American Journal of Lifestyle Medicine, 12(1), 4–20. https://doi.org/10.1177/1559827615619159

Gesteiro, E., Megía, A., Guadalupe-Grau, A., Fernandez-Veledo, S., Vendrell, J., & González-Gross, M. (2021). Early identification of metabolic syndrome risk: A review of reviews and proposal for defining pre-metabolic syndrome status. Nutrition, Metabolism and Cardiovascular Diseases, 31(9), 2557–2574. https://doi.org/10.1016/j.numecd.2021.05.022

KEMENKES RI. (2015). PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 71 TAHUN 2015 TENTANG PENANGGULANGAN PENYAKIT TIDAK MENULAR. www.peraturan.go.id

KEMENKES RI. (2025). KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA.

Kementerian Kesehatan republik Indonesia. (2023). Profil Kesehatan Indonesia.

Okely, A. D., Tremblay, M. S., Reilly, J. J., Draper, C. E., & Bull, F. (2019). Physical activity, sedentary behaviour, and sleep: movement behaviours in early life.

Public Health Association Australia. (2023). Community Participation in Primary Health Care Policy Position Statement. www.phaa.net.au

Reagan, P. B., & Salsberry, P. J. (2014). Cross race comparisons between SES health gradients among African–American and white women at mid-life. Social Science & Medicine, 108, 81–88. https://doi.org/10.1016/j.socscimed.2014.02.028

Saklayen, M. G. (2018). The Global Epidemic of the Metabolic Syndrome. Current Hypertension Reports, 20(2), 12. https://doi.org/10.1007/s11906-018-0812-z

Supreeya Swarup, Intisar Ahmed, & Yulia Grigorova. (2024). Metabolic Syndrome. StatPearls .

WHO. (2020). WHO’s work on the UN Decade of Healthy Ageing (2021–2030).

WHO. (2025, September 25). Noncommunicable diseases.

Downloads

Published

2026-05-22

How to Cite

Profil Kategori Risiko Metabolik dan Faktor Gaya Hidup yang Berhubungan pada Program Skrining Berbasis Masyarakat. (2026). Proceedings National Conference Sinesia, 2(1), 751-760. https://doi.org/10.69836/ncrcs-sinesia.v2i1.218