Prokrastinasi Akademik pada Siswa SMA: Tantangan dan Implikasinya bagi Layanan Bimbingan dan Konseling

Authors

  • Fairul Fikam Universitas Negeri Semarang, Central Java, Indonesia Author
  • Sunu Herawan Universitas Negeri Semarang, Central Java, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.69836/ncrcs-sinesia.v2i1.127

Keywords:

academic procrastination, high school students, guidance and counseling service

Abstract

Prokrastinasi akademik menjadi salah satu permasalahan psikopedagogis yang banyak ditemukan pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Fenomena ini tidak hanya berdampak pada penurunan prestasi belajar, tetapi juga berkaitan dengan stres akademik, kecemasan, dan rendahnya kemampuan regulasi diri siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk prokrastinasi akademik, faktor penyebab, dampak psikologis dan akademik, serta implikasinya terhadap pengembangan layanan Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah. Penelitian menggunakan metode literature review dengan pendekatan thematic synthesis terhadap 20 artikel ilmiah nasional dan internasional yang dipublikasikan pada rentang tahun 2015–2026. Proses seleksi literatur dilakukan melalui tahapan identifikasi, screening, eligibility, dan inclusion berdasarkan relevansi topik, kualitas sumber, serta keterkaitan dengan konteks siswa SMA. Hasil kajian menunjukkan bahwa prokrastinasi akademik termanifestasi melalui perilaku menunda pengerjaan tugas, sistem kebut semalam (SKS), avoidance behavior, dan ketergantungan terhadap distraksi digital. Faktor penyebab prokrastinasi terdiri atas faktor internal berupa rendahnya self-efficacy, kecemasan akademik, kegagalan regulasi diri, perfeksionisme, dan motivasi intrinsik yang rendah, serta faktor eksternal seperti penggunaan media sosial, pengaruh teman sebaya, pola asuh permisif, dan sistem pembelajaran yang kurang terstruktur. Dampak prokrastinasi meliputi penurunan prestasi akademik, academic burnout, stres, gangguan manajemen waktu, dan menurunnya kesejahteraan psikologis siswa. Hasil sintesis juga menunjukkan bahwa intervensi berbasis Cognitive Behavioral Therapy (CBT), cognitive restructuring, self-management, dan pelatihan self-regulation efektif dalam menurunkan perilaku prokrastinasi akademik. Oleh karena itu, layanan BK perlu dikembangkan secara preventif, kuratif, dan kolaboratif melalui program yang terintegrasi dengan lingkungan sekolah dan keluarga.

Author Biographies

  • Fairul Fikam, Universitas Negeri Semarang, Central Java, Indonesia

    Fairul Fikam merupakan mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Semarang angkatan 2022. Selama studi, Fairul aktif berorganisasi, di antaranya sebagai Staf Riset BEM FIPP (2024), Staf Advokasi Hima BK (2023). Ia juga dipercaya sebagai Ketua Pelaksana FIPP Skill-Up Academy 2024 dan Tutor Sebaya layanan Konseling LPPP UNNES (2024–2025). Fairul memiliki rekam jejak prestasi nasional yang produktif. Pencapaiannya meliputi Juara 1 Video Edukasi di UNESA (2023) dan UNP Kediri (2024), Juara 2 Artikel Ilmiah di IAIN Kudus (2023), serta Juara 1 Esai di Universitas Negeri Malang (2025). Selain itu, ia meraih berbagai posisi juara pada kompetisi di UNM, UNILA, dan UNSRI. Secara akademik, ia aktif terlibat dalam penelitian dosen dari tahun 2023 hingga 2026.

  • Sunu Herawan, Universitas Negeri Semarang, Central Java, Indonesia

    Sunu Herawan merupakan mahasiswa Bimbingan dan Konseling (BK) angkatan 2022 yang memiliki minat besar dalam bidang pendidikan dan pengembangan diri. Ia dikenal gemar mendalami kajian filsafat sebagai landasan untuk memahami perilaku manusia dan dinamika kehidupan. Dalam pengalaman praktiknya, Sunu telah melaksanakan layanan bimbingan dan konseling di berbagai setting, mulai dari remaja, kelompok dewasa di masyarakat. Pengalaman tersebut memperkaya perspektifnya dalam memahami kebutuhan psikologis yang beragam di setiap kelompok. Ia berupaya mengintegrasikan pemikiran filosofis dengan pendekatan praktis dalam layanan BK agar lebih reflektif dan humanis. Ke depan, ia berkomitmen untuk terus mengembangkan kompetensi serta berkontribusi dalam dunia pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

References

Ayuna, R. S. Q., dan E. Wahyuni. “Cognitive Behaviour Therapy Untuk Mengurangi Prokrastinasi Akademik Siswa: Literature Review.” Teraputik: Jurnal Bimbingan dan Konseling 7, no. 1 (2023): 1-10. https://doi.org/10.26539/teraputik.711402.

Chu, A. H., dan J. N. Choi. “Rethinking Procrastination: Positive Effects of ‘Active’ Procrastination Behavior on Attitudes and Performance.” Journal of Social Psychology 145, no. 3 (2005): 245–264. https://doi.org/10.3200/SOCP.145.3.245-264.

Dewi, S. K., et al. “Faktor-Faktor Penyebab Prokrastinasi Akademik Pada Siswa SMA Serta Implikasinya Dalam Layanan Bimbingan Dan Konseling.” SIBATIK JOURNAL 4, no. 9 (2025).

Dosista, E., R. S. Kartikowati, dan E. Maulida. “Pengaruh Stres Akademik Dan Regulasi Diri Terhadap Prokrastinasi Akademik.” Jurnal Pendidikan Dirgantara 2, no. 3 (2025): 236–255. https://doi.org/10.61132/jupendir.v2i3.592.

Febriani, R. O., M. Ramli, dan N. Hidayah. “Cognitive Behavior Modification Untuk Menurunkan Prokrastinasi Akademik Siswa Sekolah Menengah Atas.” Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan 5, no. 3 (2020): 132–141. https://doi.org/10.17977/UM001V5I32020P132.

Ferrari, Joseph R. Still Procrastinating: The No Regrets Guide. Hoboken: Wiley, 2010.

Hamidah, T., D. Alfaredo, F. G. Meilatri, dan U. Makhmudah. “The Effectiveness of Group Counseling Services in Reducing Adolescent Academic Procrastination: A Systematic Literature Review (SLR).” Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series 5, no. 2 (2022): 532. https://doi.org/10.20961/shes.v5i2.59389.

Kusuma, C. A., et al. “Meretas Pola Menunda: Tinjauan Intervensi Prokrastinasi.” Journal of Gender Equality and Social Inclusion (GESI) 4, no. 2 (2025): 115–126.

Liu, Y., Y. Lin, S. Zhao, F. Wang, Q. Yuan, dan Y. Tong. “Mobile Phone Addiction and Academic Procrastination in Adolescents.” Brain and Behavior 16, no. 1 (2026): e71169. https://doi.org/10.1002/brb3.71169.

Mangerang, F., dan D. Y. Suleman. “Deskripsi Perilaku Prokrastinasi Akademik Siswa.” Linear: Jurnal Ilmu Pendidikan 6, no. 2 (2022): 98–105. https://doi.org/10.53090/jlinear.v6i2.374.

Nadia, S., dan I. F. Sholichah. “Pengembangan Keterampilan Manajemen Waktu Sebagai Upaya Mengatasi Prokrastinasi Akademik Pada Siswa SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik.” Jurnal Riset Psikologi 4, no. 2 (2024): 129–138. https://doi.org/10.29313/jrp.v4i2.5446.

Putri, A. A., N. Susilawati, R. A. S. Wisanggeni, dan U. Makhmudah. “Application of Group Counseling in Effort to Reduce Academic Procrastination for Senior High School / Vocational High School: A Systematic Literature Review (SLR).” Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series 5, no. 2 (2022): 439. https://doi.org/10.20961/shes.v5i2.59377.

Rad, H. F., S. Bordbar, J. Bahmaei, et al. “Predicting Academic Procrastination of Students Based on Academic Self-Efficacy and Emotional Regulation Difficulties.” Scientific Reports 15 (2025): 3003. https://doi.org/10.1038/s41598-025-87664-7.

Ramadhan, K. K., M. Alipatan, dan H. Khotimah. “Penyebab Prokrastinasi Siswa Pada Pembelajaran Matematika.” Riemann: Research of Mathematics and Mathematics Education 3, no. 2 (2021): 65-74. https://doi.org/10.38114/riemann.v3i2.151.

Saputra, W. N. E. “Effectiveness of Cognitive Restructuring Technique to Reduce Academic Pracrastination of Vocational High School Students.” Jurnal Konseling dan Pendidikan 2, no. 1 (2017): 6–10. https://doi.org/10.23916/002017025510.

Sari, A. N. “Efektivitas Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) Untuk Mengurangi Prokrastinasi Akademik Siswa Kelas XI SMA Swasta Primbana Medan Tahun Ajaran 2024/2025.” Skripsi, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, 2025.

Selma, S. K. D., dan N. Neviyarni. “Faktor-Faktor Penyebab Prokrastinasi Akademik Pada Siswa SMA.” SIBATIK JOURNAL 4, no. 9 (2025): 2893–2908. https://doi.org/10.54443/sibatik.v4i9.3401.

Setiawati, R., dan A. Nurjanah. “Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Prokrastinasi Akademik Siswa.” Coution: Journal of Counseling and Education 5, no. 1 (2024): 35–46. https://doi.org/10.47453/coution.v5i1.1328.

Setiyowati, A. J., I. Rachmawati, dan W. Multisari. “Academic Procrastination Among Adolescents and Its Implication on Guidance and Counseling.” Advances in Social Science, Education and Humanities Research 501 (2020). https://doi.org/10.2991/ASSEHR.K.201214.270.

Steel, Piers. “The Nature of Procrastination: A Meta-Analytic and Theoretical Review.” Psychological Bulletin 133, no. 1 (2007): 65–94. https://doi.org/10.1037/0033-2909.133.1.65.

Tuckman, B. W. “The Development and Concurrent Validity of the Procrastination Scale.” Educational and Psychological Measurement 51, no. 2 (1991): 473–480. https://doi.org/10.1177/0013164491512022.

Usman, F., M. Rafli, dan Aswar. “Konseling CBT Dengan Teknik Restrukturisasi Kognitif.” Jurnal Dikdasmen 3, no. 3 (2023): 120–128. https://doi.org/10.26858/dikdasmen.v3i3.2421.

Vlachopanou, P., L. Maska, D. Kalamaras, dan F. Nasika. “Academic Motivation, Procrastination, and Adjustment.” PLoS ONE 20, no. 11 (2025): e0335913. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0335913.

Zahra, Y., dan N. Hernawati. “Prokrastinasi Akademik Menghambat Peningkatan Prestasi Akademik Remaja Di Wilayah Perdesaan.” Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen 8, no. 3 (2015): 163–172. https://doi.org/10.24156/JIKK.2015.8.3.163.

Downloads

Published

2026-05-22

How to Cite

Prokrastinasi Akademik pada Siswa SMA: Tantangan dan Implikasinya bagi Layanan Bimbingan dan Konseling. (2026). Proceedings National Conference Sinesia, 2(1), 464-474. https://doi.org/10.69836/ncrcs-sinesia.v2i1.127

Similar Articles

1-10 of 13

You may also start an advanced similarity search for this article.