Fenomena ‘Unruly Girl’ dan Pergeseran Makna Kenakalan pada Anak Perempuan
DOI:
https://doi.org/10.69836/ncrcs-sinesia.v1i2.116Keywords:
Unruly girl, kenakalan remaja, bias genderAbstract
Penelitian ini mengkaji fenomena “Unruly Girl” sebagai representasi pergeseran makna kenakalan pada anak perempuan di Indonesia. Secara tradisional, kenakalan dipahami sebagai pelanggaran hukum, namun dalam praktik sosial, perilaku menyimpang anak perempuan semakin dimaknai melalui kerangka moral dan nilai patriarki. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pergeseran makna kenakalan dari ranah yuridis ke ranah moral-sosial, serta mengkaji mekanisme kontrol sosial yang membentuk konstruksi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah jurnal ilmiah, buku akademik, dokumen kebijakan, dan laporan institusional yang relevan dengan kajian kriminologi feminis, kontrol sosial, representasi media, dan sistem peradilan anak. Data dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif tematik untuk mengidentifikasi pola regulasi berbasis gender dan wacana moral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku anak perempuan lebih sering diposisikan sebagai penyimpangan moral daripada pelanggaran hukum, yang mencerminkan kuatnya bias gender dalam konstruksi kenakalan remaja. Media, keluarga, agama, dan institusi hukum berperan sebagai agen kontrol sosial informal yang memperkuat pengawasan moral terhadap anak perempuan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fenomena “Unruly Girl” tidak sekadar mencerminkan perilaku menyimpang remaja, tetapi juga merepresentasikan kecemasan sosial terhadap perubahan peran gender. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang sensitif gender, berbasis pemberdayaan, dan berorientasi pada hak anak untuk menggantikan paradigma moralistik yang selama ini dominan.
References
Andini, Amalia Nur and Ghaziah Nurika Akhni, "News discourse and gender bias toward female presidential candidates approaching the 2024 election in indonesia", Proceedings of the 4th International Conference Entitled Language, Literary, and Cultural Studies, ICON LATERALS 2023, 11-12 Ju. (2023) .https://doi.org/10.4108/eai.11-7-2023.2340608
Angel Anggun Mustika, etc., “AR di Tangan Anda: Dampak Media Sosial Pada Interaksi Sosial Siswa Di SD Kartasura”, Proceeding National Conference Of Research And Community Service Sisi Indonesia, 2025, P. 413-427.
Ayu Setiani, etc.,“Gambaran Psikologis Remaja Berdasarkan Nomophobia”, Proceeding National Conference Of Research And Community Service Sisi Indonesia,2025, P. 325-342
Chan, Carol,. "Gendered morality and development narratives: the case of female labor migration from indonesia", Sustainability(10), 6(2014):6949-6972. https://doi.org/10.3390/su6106949
Cohen, Stanley. Visions of Social Control: Crime, Punishment and Classification. Cambridge: Polity Press, 1985.
Foucault, Michel. Discipline and Punish: The Birth of the Prison. New York: Vintage Books, 1977.
Gjika, Anna,. "New media, old paradigms: news representations of technology in adolescent sexual assault", Crime, Media, Culture: An International Journal(3), 16 (2019) :415-430. https://doi.org/10.1177/1741659019873758
Handayani, P. “Gendered Responses to Female Juvenile Delinquency in Indonesia.” Journal of Gender Studies 29, no. 4 (2022): 310–327.
Handayani, T. “Gendered Deviance: Social Perception and the Regulation of Adolescent Girls in Contemporary Indonesia.” Jurnal Kriminologi Indonesia 18, no. 2 (2022): 87–102.
Heidensohn, Frances. Women and Crime. London: Macmillan, 1985.
Innes, Martin. Understanding Social Control: Deviance, Crime and Social Order. Maidenhead: Open University Press, 2003.
Lestari, N. “Gender, Moral Regulation, and Juvenile Delinquency in Indonesia.” Jurnal Kriminologi Sosial 5, no. 2 (2020): 88–104.
Mianita, Hilda. Persepsi Petugas Kepolisian terhadap Keputusan Diversi pada Anak yang Berkonflik dengan Hukum di Polresta Pekanbaru. Depok: Universitas Indonesia Library, 2024.
Mlay, Caroline Wilbard and Innocent Fabiano Mpeta, 2023. "Factors associated with juvenile delinquency: a case of arusha juvenile remand home in arusha city-tanzania", East African Journal of Interdisciplinary Studies(1), 6:147-161. https://doi.org/10.37284/eajis.6.1.1251
Nugroho, Dwi. “Kontrol Sosial Komunitas dan Moralitas dalam Penanganan Kenakalan Remaja di Indonesia.” Jurnal Sosiologi Reflektif 14, no. 1 (2020): 33–48.
Nurhayati, S. “Gendered Discipline in Indonesian Schools.” Jurnal Pendidikan dan Gender 6, no. 1 (2022): 55–73.
Pratiwi, A., dan R. Mahendra. “Media Construction and Gender Bias in Juvenile Delinquency Reporting.” Jurnal Komunikasi Kritis 7, no. 1 (2021): 45–62.
Puspitasari, Anita. “Implementasi Diversi dalam Sistem Peradilan Pidana Anak di Indonesia: Antara Ideal dan Realitas.” Jurnal Hukum dan Pembangunan 51, no. 2 (2021): 233–256.
Putri, L. “Patriarchy, Morality, and Juvenile Justice in Indonesia.” Journal of Critical Criminology 12, no. 1 (2023): 45–63.
Putri, M. R. “Female Juvenile Delinquency and Moral Regulation in Indonesian Society.” Asian Journal of Criminology and Social Justice 9, no. 1 (2023): 45–62.
Rahmadani, F. “Moral Policing and Gendered Control in Indonesian Islamic Communities.” Indonesian Journal of Gender and Society 11, no. 3 (2023): 120–138.
Rahmawati, S. “Pengawasan Moral dan Kenakalan Remaja Perempuan di Era Digital.” Jurnal Psikologi Sosial dan Budaya 12, no. 1 (2024): 15–31.
Salipu, M. Amir, Ahda Mulyati, Anggia Riani Nurmaningtyas, and Imam Santoso, 2022. "Kajian perubahan permukiman suku bajo berdasarkan konsep transformasi kebudayaan ignas kleden", Mintakat Jurnal Arsitektur(2), 23:1-14. https://doi.org/10.26905/jam.v23i2.7830
Sari, L. “Evaluasi Penerapan Keadilan Restoratif dalam Kasus Anak Berhadapan dengan Hukum di Indonesia.” Jurnal Ilmu Hukum Aktual 8, no. 2 (2022): 98–114.
Siregar, D. “Cyber Shaming, Gender, and Youth Deviance in Digital Space.” Jurnal Sosiologi Digital 4, no. 2 (2022): 101–119.
Sulastri, D. “Moral Panic dan Representasi Media terhadap Perilaku Remaja Perempuan di Indonesia.” Jurnal Komunikasi dan Budaya 10, no. 4 (2021): 201–218.
Wibisono, R. “Media, Moral Panic, dan Konstruksi ‘Anak Nakal’ di Indonesia.” Jurnal Media dan Masyarakat 6, no. 3 (2019): 155–170.
Yuliani, F. “Peran Media Massa dalam Pembentukan Wacana tentang Kenakalan Remaja Perempuan.” Jurnal Sosiologi Kontemporer 9, no. 2 (2022): 50–67
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Hilda Mianita (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
