Strategi Mereduksi Fear of Missing Out (FoMO) Pada Remaja di Era Digital

Authors

  • Zahrotunnisa Lailatun Nafiah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, Central Java, Indonesia Author
  • Syifa Aulia Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, Central Java, Indonesia Author
  • Nadya Riza Nuraini Fashya Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, Central Java, Indonesia Author
  • Syahbanu Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, Central Java, Indonesia Author
  • Dinda Hafizha Auliandi Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, Central Java, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.69836/ncrcs-sinesia.v2i1.137

Keywords:

FoMo, adolescents, digital era, social media, counseling

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan tingginya intensitas penggunaan media sosial pada remaja memunculkan fenomena fear of missing out (FoMO), yaitu kondisi psikologis berupa kecemasan karena merasa tertinggal dari pengalaman orang lain. Penelitian sebelumnya umumnya lebih berfokus pada dampak psikologis FoMO dan kecanduan media sosial, sedangkan kajian mengenai strategi reduksi FoMO secara integratif masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai strategi mereduksi FoMO pada remaja di era digital melalui pendekatan psikologis, edukatif, dan sosial. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis jurnal ilmiah, buku, dan dokumen relevan lainnya. Data dikumpulkan melalui proses identifikasi, klasifikasi, interpretasi, serta sintesis berbagai temuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa FoMO merupakan fenomena multidimensional yang dipengaruhi oleh kebutuhan psikologis, pola interaksi digital, dan lingkungan sosial. Strategi yang dinilai efektif untuk mereduksi FoMO meliputi bimbingan kelompok berbasis self-awareness, pengelolaan media sosial melalui model SoMe (Share, Optimize, Manage, Engage), pendekatan mindfulness, penguatan literasi digital, optimalisasi layanan bimbingan dan konseling, serta penguatan dukungan sosial. Strategi tersebut tidak hanya membantu remaja mengelola penggunaan media sosial secara lebih sadar, tetapi juga meningkatkan regulasi emosi, kontrol diri, dan kesejahteraan psikologis. Dengan demikian, reduksi FoMO memerlukan pendekatan yang terintegrasi antara individu, keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial agar remaja mampu beradaptasi secara sehat di era digital.

Author Biographies

  • Zahrotunnisa Lailatun Nafiah, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, Central Java, Indonesia

    Zahrotunnisa Lailatun Nafiah merupakan mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta. Ia menempuh pendidikan dalam bidang bimbingan dan konseling Islam sebagai upaya memahami konsep serta praktik layanan konseling berbasis nilai-nilai keislaman. Melalui proses akademik, ia mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dalam bidang tersebut.

  • Syifa Aulia, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, Central Java, Indonesia

    Syifa Aulia merupakan mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta. Ia menempuh pendidikan dalam bidang bimbingan dan konseling Islam sebagai upaya memahami konsep serta praktik layanan konseling berbasis nilai-nilai keislaman. Melalui proses akademik, ia mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dalam bidang tersebut.

  • Nadya Riza Nuraini Fashya, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, Central Java, Indonesia

    Nadya Riza Nuraini Fashya merupakan mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta. Ia menempuh pendidikan dalam bidang bimbingan dan konseling Islam sebagai upaya memahami konsep serta praktik layanan konseling berbasis nilai-nilai keislaman. Melalui proses akademik, ia mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dalam bidang tersebut.

  • Syahbanu, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, Central Java, Indonesia

    Syahbanu merupakan mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta. Ia menempuh pendidikan dalam bidang bimbingan dan konseling Islam sebagai upaya memahami konsep serta praktik layanan konseling berbasis nilai-nilai keislaman. Melalui proses akademik, ia mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dalam bidang tersebut.

  • Dinda Hafizha Auliandi, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, Central Java, Indonesia

    Dinda Hafizha Auliandi merupakan mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta. Ia menempuh pendidikan dalam bidang bimbingan dan konseling Islam sebagai upaya memahami konsep serta praktik layanan konseling berbasis nilai-nilai keislaman. Melalui proses akademik, ia mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dalam bidang tersebut.

References

Adawiah, R. (2025). Penerapan teknik self-awareness untuk mengurangi fear of missing out (FoMO) siswa SMA Negeri 2 Palopo. Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam.

Al Rahmah, F., Hafiar, H., & Budiana, H. R. (2022). Pengelolaan aktivitas media sosial instagram@ cimahikota oleh pemerintah kota cimahi. Jurnal komunikasi nusantara, 4(1), 128-139.

Alfian, I. (2024). FOMO dan media sosial: Dampak perilaku konsumtif terhadap kesehatan mental dan keuangan dari perspektif Islam. Profjes: Profetik Jurnal Ekonomi Syariah, 3(2).

Angelina, S., Putri, A., Wilis, L., Sahrani, R., Satiadarma, M. P., & Heng, P. H. (2025). Sosialisasi fungsi keluarga dan dukungan sosial untuk mengatasi dampak negatif standarisasi media sosial. El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(4), 714-724. https://doi.org/10.47467/elmujtama.v5i4.8659

Elhai, J. D., Yang, H., & Montag, C. (2021). Fear of missing out (FoMO): Overview, theoretical underpinnings, and literature review on relations with severity of negative affectivity and problematic technology use. Brazilian Journal of Psychiatry, 43(2), 203–209. https://doi.org/10.1590/1516-4446-2020-0870

Fadillah, A., Astuti, W., & Julistia, R. (2026). Hubungan Fear of Missing Out (FOMO) dengan Kecanduan Media Sosial pada Remaja. INSIGHT: Jurnal Penelitian Psikologi, 4(1), 9-21.

Handayani, E. S., & Haryadi, R. (2023). Korelasi Kepribadian Fear Missing Out terhadap Adiksi Impulsive Online Buying di Masa Pandemi Pada Anak dan Remaja. Bulletin of Counseling and Psychotherapy, 4(3), 761–768.

Hernawati, R., Manek, A. M., & Sasea, T. (2025). Peran Literasi Digital Dalam Memoderasi Pengaruh Doom Spending, Doom Scroling Dan Fear Of Missing Out Terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan Generasi Z Di Kota Kupang. Among Makarti, 18(1), 41-58.

Hidayati, Y., Irwan, M., & Nasution, P. (2025). Fenomena FoMO (fear of missing out) di era digital: studi tentang dampaknya pada Gen Z. Innovative: Journal Of Social Science Research, 5(3), 1218–1228.

Nurhasanah, A. (2024). Fenomena FOMO (Fear of Missing Out) pada Masyarakat Perkotaan di Indonesia. Mandalika: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Bahasa, 2(2), 97-106.

Nurizki, A. D., Amin, S., & Syubli, S. (2025). Dampak Fear Of Missing Out (FOMO) Terhadap Perilaku Ibadah Pada Remaja Di SMA N 8 Muko-Muko. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP), 6(4), 1633-1644.

Przybylski, A. K., Murayama, K., DeHaan, C. R., & Gladwell, V. (2013). Motivational, emotional, and behavioral correlates of fear of missing out. Computers in human behavior, 29(4), 1841-1848.

Purnami, K. M. S., Lasmawan, I. W., & Parmiti, D. P. (2026). Fenomena Fear of Missing Out (FoMO) dan Upaya Pemulihan Kesehatan Mental Siswa SMK di Kabupaten Buleleng Melalui Pendekatan Konseling Mindfulness: Sebuah Studi Fenomenologis. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 5(3), 2369-2382.

Rahardjo, L. K. D., & Soetjiningsih, C. H. (2022). Fear of Missing Out (FoMO) dengan kecanduan media sosial pada mahasiswa. Bulletin of Counseling and Psychotherapy, 4(2), 456-461.

Robbini, G., & Rahayu, A. (2026). Peran Fear Of Missing Out dan Adiksi Media Sosial Terhadap Phubbing Remaja Akhir Pengguna TikTok. IKRA-ITH HUMANIORA: Jurnal Sosial dan Humaniora, 10(2), 39-48.

Wijaya, T. A., Yaslim, N. P., Permatasari, A. M. P., Yosevina, G. R., & Mamahit, H. C. (2023). Penerimaan Diri Generasi Z Di Era Perkembangan Media Sosial. Psiko Edukasi, 21(1), 41-49.

Yusuf, S., & Saripah, I. (2023). Peran Konselor Menghadapi Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) pada Konseli di Era Society 5.0. G-Couns: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 7(03), 358-364.

Downloads

Published

2026-05-22

How to Cite

Strategi Mereduksi Fear of Missing Out (FoMO) Pada Remaja di Era Digital. (2026). Proceedings National Conference Sinesia, 2(1), 211-223. https://doi.org/10.69836/ncrcs-sinesia.v2i1.137

Similar Articles

1-10 of 76

You may also start an advanced similarity search for this article.