Upaya Preventif dalam Trauma Psikologis pada Korban Kekerasan Relasi Pasangan

Authors

  • Sherly Mustika Ardiani UIN Raden Mas Said Surakarta, Central Java, Indonesia Author
  • Yulia Dwi Murti UIN Raden Mas Said Surakarta, Central Java, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.69836/ncrcs-sinesia.v2i1.239

Keywords:

kekerasan dalam relasi pasangan, trauma psikologis, upaya preventif, regulasi emosi, resiliensi

Abstract

Kekerasan dalam relasi pasangan yang belum menikah merupakan masalah yang semakin meningkat dan berdampak serius pada kesehatan mental remaja dan dewasa muda, karena sering tersamarkan sebagai bentuk kasih sayang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kekerasan, faktor penyebab, dampak psikologis, serta upaya preventif dalam mengatasi trauma psikologis pada korban. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap 25 artikel ilmiah dari jurnal nasional dan internasional yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kekerasan mencakup aspek psikologis, fisik, seksual, dan ekonomi, dengan kekerasan psikologis sebagai bentuk yang paling dominan. Faktor penyebab melibatkan interaksi antara faktor internal, seperti rendahnya harga diri dan ketergantungan emosional, serta faktor eksternal seperti budaya patriarki dan norma sosial yang permisif. Dampaknya meliputi gangguan psikologis seperti depresi, kecemasan, dan PTSD, serta perubahan neurobiologis akibat stres traumatis. Upaya preventif meliputi edukasi relasi sehat, deteksi dini perilaku abusif, serta intervensi psikologis dan dukungan sosial. Selain itu, resiliensi dan regulasi emosi berperan sebagai faktor protektif dalam proses pemulihan korban. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan preventif yang holistik dalam penanganan trauma psikologis. Dengan demikian, upaya preventif dan holistik penting untuk mengurangi trauma psikologis pada korban kekerasan dalam relasi pasangan.

Author Biographies

  • Sherly Mustika Ardiani, UIN Raden Mas Said Surakarta, Central Java, Indonesia

    Yulia Dwi Murti (lahir di Brebes, 8 Juli 2005) merupakan mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam di Universitas Raden Mas Said Surakarta yang saat ini menempuh semester 6. Keduanya bertemu dan menjalin kolaborasi akademik sejak di bangku perkuliahan, serta memiliki minat kajian di bidang konseling, khususnya terkait pengembangan diri dan dinamika psikososial individu. Mereka aktif mengembangkan keilmuan dan kompetensi profesional sebagai calon konselor melalui berbagai kegiatan akademik.

  • Yulia Dwi Murti, UIN Raden Mas Said Surakarta, Central Java, Indonesia

    Sherly Mustika Ardiani (lahir di Sragen, 12 Januari 2006) merupakan mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam di Universitas Raden Mas Said Surakarta yang saat ini menempuh semester 6. Keduanya bertemu dan menjalin kolaborasi akademik sejak di bangku perkuliahan, serta memiliki minat kajian di bidang konseling, khususnya terkait pengembangan diri dan dinamika psikososial individu. Mereka aktif mengembangkan keilmuan dan kompetensi profesional sebagai calon konselor melalui berbagai kegiatan akademik.

References

Ainun, N. (2024). Persepsi terhadap Kekerasan dalam Pacaran pada Mahasiswa. https://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/100676

Bremner, J. D. (2006). Traumatic stress: Effects on the brain. Dialogues in Clinical Neuroscience, 8(4), 445–461. https://doi.org/10.31887/dcns.2006.8.4/jbremner

Hali, G. R. T., & Lebuan, A. (2024). Gambaran Pasca Trauma terhadap Perempuan yang Mengalami Kekerasan dalam Pacaran. Journal of Nursing Education and Practice, 3(3), 83–90. https://doi.org/10.53801/jnep.v3i3.201

Harmadi, M., & Diana, R. (2020). Tinjauan Psiko-Teologi Terhadap Fenomena Kekerasan Dalam Pacaran Pada Remaja. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili Dan Pembinaan Warga Jemaat, 4(1), 92. https://doi.org/10.46445/ejti.v4i1.225

Khaninah, A. N., & Widjanarko, M. (2017). Perilaku Agresif Yang Dialami Korban Kekerasan Dalam Pacaran. Jurnal Psikologi Undip, 15(2), 151. https://doi.org/10.14710/jpu.15.2.151-160

Khotimah, H., Yerlinda C. Mage, M., & Ch. Berek, N. (2023). Analisis Dinamika Psikologis Korban Kekerasan Dalam Pacaran Dari Perspektif Teori Konflik Galtung. Wacana Psikokultural, 1(01), 21–33. https://doi.org/10.24246/jwp.v1i01.9792

Knopf, A. (2022). Preventing teen dating violence. The Brown University Child and Adolescent Behavior Letter, 38(2), 5–6. https://doi.org/10.1002/cbl.30606

Komnas Perempuan. (2023). Laporan Tahunan Hasil Kerja 2023: Menyiapkan Langkah Kedepan. https://komnasperempuan.go.id/laporan-kelembagaan-detail/laporan-tahunan-hasil-kerja-komnas-perempuan-tahun-2023-menyiapkan-langkah-ke-depan.com

Liliana, B., Ahlam Gizela, B., Astuti, I., Studi Kedokteran, P., Kedokteran, F., Masyarakat, K., Keperawatan, D., Gadjah Mada, U., & Farmakologi dan Terapi, D. (2024). Pola Luka Dan Trauma Psikologis Pada Pasien Kekerasan Dalam Rumah Tangga: Tinjauan Literatur Sistematis Patterns of Injuries and Psychological Trauma in Domestic Violence Patients: a Systematic Literature Review. Journal of Indonesian Forensic and Legal Medicine, 5(1), 421–436. https://jos.unsoed.ac.id/index.php/jfmi/article/view/4817

Mechanic, M. B., Weaver, T. L., & Resick, P. A. (2008). Mental Health Consequences of Intimate Partner Abuse. Violence Against Women, 14(6), 634–654. https://doi.org/10.1177/1077801208319283

Nurhaniyah, A. (2016). Sikap Terhadap Kekerasan Dalam Berpacaran Pada Mahasiswa. 1–106. https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/32362

Plichta, S. B. (2004). Intimate partner violence and physical health consequences: Policy and practice implications. Journal of Interpersonal Violence, 19(11), 1296–1323. https://doi.org/10.1177/0886260504269685

Qonitah, A., Salsabilla, S. A., Marpaung, P., Mulyana, D. A., & Safitri, M. D. D. (2024). Kekerasan dalam hubungan pacaran: Studi fenomenologi pengalaman individu dalam toxic relationship. Comdent: Communication Student Journal, 1(2), 436–451. https://doi.org/10.24198/comdent.v1i2.51703

Rakovec-Felser, Z. (2014). Domestic violence and abuse in intimate relationship from public health perspective. Health Psychology Research, 2(3), 1. https://doi.org/10.4081/hpr.2014.1821

Rezalia, N., Fatmariza, Isnarmi, & Irwan. (2023). DAMPAK KEKERASAN DALAM PACARAN TERHADAP PEREMPUAN (STUDI PADA MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI PADANG). https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/Triwikrama

Rohmatus Sholikhah, A. M. M. F. (2020). “ ATAS NAMA CINTA , KU RELA TERLUKA ”, Fenomenologi, Studi Kekerasan, Korban Pacaran, Dalam Sholikhah, Rohmatus Masykur, Achmad Mujab. Jurnal Empati, 8(Nomor 4), 52–62. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/empati/article/view/23555

Shorey, R. C., Cornelius, T. L., & Bell, K. M. (2008). Behavioral Theory and Dating Violence : A Framework for Prevention Programming. 1(4), 1–13. https://www.researchgate.net/publication/275724150_Behavioral_Theory_and_Dating_Violence_A_Framework_for_Prevention_Programming

Sprague, S., & Olff, M. (2014). Intimate partner violence and mental health. European Journal of Psychotraumatology, 5, 4–5. https://doi.org/10.3402/ejpt.v5.25580

Stockman, J. K., & Campbell, J. C. (2013). Health Resources among Ethnically Diverse Black Women. 52(4). https://doi.org/10.1080/00981389.2012.745461.Intimate

Sulistianto, A. P. (2021). DINAMIKA PSIKOLOGIS PADA KORBAN KEKERASAN DALAM PACARAN. Dinamika Psikologis Pada Korban Kekerasan Dalam Pacaran, 1, 117–130. https://prosiding.iainponorogo.ac.id/index.php/ficosis/article/view/72

Susanti, H., Dharmawan, M., Adhyatma, R., Psikologi, F., Katolik, U., & Mandala, W. (2023). Gambaran resiliensi perempuan penyintas kekerasan saat pacaran. 6, 30–48. https://journal-psikologi.hangtuah.ac.id/

Tantomo, E. Y., & Zamralita. (2024). Peran Strategi Regulasi Emosi Kognitif terhadap Gejala PTSD Korban Kekerasan dalam Pacaran. Psyche 165 Journal, 17(2), 95–101. https://doi.org/10.35134/jpsy165.v17i2.358

Taylor, J. L. (2017). What Works. Journal of Intellectual Disabilities and Offending Behaviour, 8(3), 101–103. https://doi.org/10.1108/JIDOB-09-2017-0021

Tisyara, M. K. A., & Valentina, T. D. (2024). Kekerasan dalam Pacaran yang Dialami oleh Perempuan : Sebuah Kajian Literatur. Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi, 5(1), 65. https://doi.org/10.24014/pib.v5i1.25696

Vinna Ramadhany, Medellu, G. I. R., & Kusumawardhani, S. J. (2024). Peran Regulasi Emosi dalam Perilaku Mencari Bantuan pada Korban Kekerasan dalam Pacaran. Jurnal Penelitian Dan Pengukuran Psikologi: JPPP, 13(2), 148–154. https://doi.org/10.21009/jppp.132.08

Wolfe, D. A., Scott, K., Reitzel-jaffe, D., & Wekerle, C. (2001). Development and Validation of the Conflict in Adolescent Dating Relationships Inventory. 13(2), 277–293. https://doi.org/10.1037//1040-3590.13.2.277

Downloads

Published

2026-05-24

How to Cite

Upaya Preventif dalam Trauma Psikologis pada Korban Kekerasan Relasi Pasangan. (2026). Proceedings National Conference Sinesia, 2(1), 893-907. https://doi.org/10.69836/ncrcs-sinesia.v2i1.239

Similar Articles

51-60 of 104

You may also start an advanced similarity search for this article.