Piercing The Corporate Veil Dalam Kepailitan Anak Perusahaan BumnPersero Civil Law Dan Common Law

Authors

  • Wiwid Putri Handayani Universitas Sebelas Maret Author
  • Prof. Dr. Yudho Taruno Muryanto, S.H., M.Hum. Universitas Sebelas Maret Author
  • Dr. Diana Tantri Cahyaningsih, S.H., M.Hum. Universitas Sebelas Maret Author

DOI:

https://doi.org/10.69836/ncrcs-sinesia.v1i2.89

Keywords:

Anak Perusahaan BUMN Persero, Piercing The Corporate Veil, Kepailitan, Civil Law, Common Law

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan doktrin piercing the corporate veil dalam kepailitan anak perusahaan BUMN Persero dengan membandingkan sistem civil law dan common law. Permasalahan muncul karena besaran kepemilikan saham induk BUMN Persero terhadap anak perusahaan BUMN Persero yang lebih dari 50% (lima puluh persen) seringkali menimbulkan persepsi bahwa seluruh aset BUMN Persero termasuk anak perusahaannya merupakan bagian dari kekayaan negara yang tidak dapat dijadikan objek kepailitan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam sistem civil law, anak perusahaan BUMN Persero diakui sebagai badan hukum yang terpisah (separate legal entity) dari induknya, sehingga dapat dipailitkan secara mandiri tanpa melibatkan tanggung jawab induk perusahaan. Sementara itu, sistem common law seperti di Amerika Serikat menerapkan prinsip tersebut secara lebih fleksibel melalui doktrin piercing the corporate veil yang memungkinkan pengadilan menembus pemisahan badan hukum jika induk perusahaan menyalahgunakan anak perusahaan untuk menghindari kewajiban atau merugikan kreditur. Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia lebih mengutamakan kepastian hukum formal, sedangkan Amerika Serikat mengutamakan keadilan substantif berdasarkan realitas pengendalian ekonomi. Penelitian ini menegaskan perlunya penguatan pendekatan keadilan substantif dalam praktik peradilan Indonesia untuk mencegah penyalahgunaan struktur holding BUMN Persero dalam perkara kepailitan.

References

Amelia, T. (2020). Tanggung Jawab Terbatas Induk Perusahaan BUMN Pra dan Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 01/PHPU-Pres/XVII/2019 Tahun 2019. Sol Justicia, 3(2), 113–131. https://media.neliti.com/media/publications/408575-tanggung-jawab-terbatas-induk-perusahaan-d878f6f4.pdf

Ananda, F. R., & Widyawati, S. (2024). Comparison of the Imposition of the Doctrine of Piercing the Corporate Veil in a Limited Liability Company Between the Board of Directors and Shareholders in Terms of Law Number 40 of 2007 Concerning Limited Liability Company. Pena Justisia, 23(1), 1–17. https://jurnal.unikal.ac.id/index.php/hk/article/view/3698/pdf 26

Asikin, Z. (2002). Hukum Kepailitan dan Penundaan Pembayaran di Indonesia. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Beaver, W. H., Cascino, S., Correia, M., & Mcnichols, M. F. (2024). Bankruptcy in Groups. In Review of Accounting Studies (Vol. 29, Issue 4). Springer US.

https://doi.org/10.1007/s11142-023-09779-4

Cane, P. (2022). Responsibility in Law and Morality. Oxford: Hart Publishing.

Damayanti, S. S. (2023). Kedudukan Anak Perusahaan Bumn dan Kaitannya dengan Keuangan Negara. UNES Law Review, 6(2), 5344–5350. https://doi.org/https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i2

Fairuzia, N., & Rahadiyan, I. (2024). The Comparison of Regulation and Implementation of The Piercing The Corporate Veil Doctrine To Directors in Corporate Law. Journal of Private and Commercial Law, 1(2), 133–150. https://doi.org/https://doi.org/10.20885/JPCOL.vol1.iss2.art1

Garner, B. A. (2009). Black’s Law Dictionary (ninth edit). St. paul: WesT.

Harini, P., & Kasih, D. P. D. (2021). Tanggung Jawab Induk Perusahaan dalam Perusahaan Kelompok. Jurnal Harian Regional, 3(2), 1–7. https://jurnal.harianregional.com/kerthasemaya/full-11961

Hidayat, M. H. (2019). Badan Hukum, Separate Legal Entity dan Tanggung Jawab Direksi Dalam Pengelolaan Perusahaan. Nation Journal of Law, 1(1), 65–80. https://journal.unas.ac.id/law/article/view/673/

Marzuki, P. M. (2019). Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana.

Miftahul Anas, F. (2024). Analisis Yuridis Pemenuhan Hak Kreditor Pasca Putusan Pailit. Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu, 2(10), 204–210. https://doi.org/https://doi.org/10.59435/gjmi.v2i10.973

Nababan, S., Wuntu, H. F., Situmeang, S. M. T., Pudjiastuti, D., & Utomo, S. S. (2025). Keberadaan Anak Perusahaan Yang Dimiliki Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Persero Dalam Analisis Hukum Positif. Res Nullius Law Journal, 7(1), 23–33. https://doi.org/10.34010/rnlj.v7i1.14675

Narassati, D. A., Pamungkas, Y. A., & Afriana, A. (2023). Disparitas Putusan Pengadilan tentang Permohonan Pailit dan PKPU oleh Kreditur terhadap BUMN (Persero). Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 1(5), 310–320. https://doi.org/https://doi.org/10.5281/zenodo.10406346

Natun, J. T. K. S. (2019). STATUS KEPEMILIKAN ANAK PERUSAHAAN BUMN. Mimbar Keadilan, 12(1), 1–12. https://doi.org/10.30996/mk.v12i1.2161

Nurhasanah, S. R. P., & Afwa, U. (2021). Pertanggungjawaban Hukum Direksi Induk Terhadap Risiko Bisnis Anak Perusahaan pada Holding Company BUMN. Indonesia Law Reform Journal, 1(3), 303–317.

Restyana S, C. D., Mentari, N., & Wulandari, S. E. (2019). Kepailitan Terhadap Anak Perusahaan dalam Holding Company Badan Usaha Milik Negara. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 26(2), 349–371. https://doi.org/10.20885/iustum.vol26.iss2.art7

Sandi, M. Y., Muhjad, M. H., & Syaufi, A. (2023). Kekayaan Negara yang Dipisahkan dalam Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam Bentuk Persero. Notary Law Journal, 2(3), 181–202. https://notarylaw.journal.ulm.ac.id/index.php/nolaj

Saputra, H. (2025). Legal Liability of Subsidiaries For Unlawful Actions Committed By The Parent Company (Holding Company) In The Structure of A Limited Liability Company. Journal of Law, Politic and Humanities, 5(6), 4590–4598. https://doi.org/10.38035/jlph.v5i6.2072

Sugandi, D., Tan, D., & Fitri, W. (2024). Perbandingan Doktrin The Piercing of Corporate Veil Di Berbagai Negara ( Indonesia , Perancis dan Jerman ). Unes Journal of Swara Justisia, 8(3), 581–598. https://doi.org/https://doi.org/10.31933/0mcmbd28

Syafira, N., Gultom, E., & Yuanitasar, D. (2024). Permohonan Pailit Terhadap Anak Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (Studi Kasus PT Indonesia Power). Jurnal Hukum Dan Sosial Politik, 2(1), 1–15. https://doi.org/https://doi.org/10.59581/jhsp-widyakarya.v2i1.2084

Syuhada, W. (2023). Analisis Hukum Perusahaan Pada Kasus Kepailitan Anak Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (Holding Company). Unes Law Review, 5(4), 2352–2368. https://doi.org/https://doi.org/10.31933/unesrev.v5i4

Tawakol, F., Ibrahim, W. E., & Alomran, N. M. (2021). the Legal Basis for a Holding Company’S Liability for Its Subsidiary’S Debt: Comparative Analysis of the Uae and the Egyptian Legal Systems. Journal of Legal, Ethical and Regulatory Issues, 24(2), 1–14.

Tong, P., Chen, X., & Su, J. (2025). State-owned Enterprises Dividend Policy and Subsidiary Internationalization : A Study Based on the Secondary Agency Problem. Research in International Business and Finance, 75, 1–22. https://doi.org/10.1016/j.ribaf.2025.102767

Utoyo, B. (2019). Apakah Pembentukan Holding Meningkatkan Kinerja Perusahaan? Analisis Perbandingan Kinerja Anak Perusahaan Abc Bumn Holding Sebelum Dan Setelah Holdingisasi Dan Faktor Yang Mempengaruhinya. Mix: Jurnal Ilmiah Manajemen, 9(2), 251–267. https://doi.org/10.22441/mix.2019.v9i2.001

Zulmawan, W. (2019). Legal Risk Management BUMN. Jakarta: Prenada Media Group.

Downloads

Published

2025-11-30

How to Cite

Piercing The Corporate Veil Dalam Kepailitan Anak Perusahaan BumnPersero Civil Law Dan Common Law. (2025). Proceedings National Conference Sinesia, 1(2), 557-576. https://doi.org/10.69836/ncrcs-sinesia.v1i2.89

Similar Articles

1-10 of 13

You may also start an advanced similarity search for this article.