Luka Emosional Fatherless: Pengalaman Retrospektif Emerging Adult atas Kehilangan Figur Ayah

Authors

  • Aliyatil Hamdaniati Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia Author
  • Faruq Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.69836/ncrcs-sinesia.v2i2.257

Keywords:

fatherless, luka emosional, pengalaman retrospektif, fenomenologi, emerging adult

Abstract

Fatherless tidak hanya dimaknai sebagai ketidakhadiran ayah secara fisik, tetapi juga sebagai tidak terpenuhinya keterlibatan emosional yang dibutuhkan anak selama proses perkembangan, baik karena ketidakhadiran fisik, ketidaktersediaan emosional, maupun perceraian orang tua. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana emerging adult secara retrospektif memaknai dan menggambarkan luka emosional yang berkaitan dengan pengalaman fatherless yang mereka alami sejak masa kanak-kanak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi interpretatif. Partisipan berjumlah tiga emerging adult yang melaporkan mengalami fatherless sejak masa kanak-kanak, dipilih menggunakan teknik purposive sampling, sesuai dengan karakteristik IPA yang berfokus secara idiografik pada sampel kecil dan homogen. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan empat tema yang saling berkaitan dalam narasi partisipan, yaitu kehilangan figur ayah, luka emosional, emosi negatif terhadap ayah, dan mekanisme perlindungan diri. Partisipan menggambarkan pengalaman fatherless dalam konteks yang beragam seperti ketidakhadiran ayah secara fisik, ketidaktersediaan emosional, maupun perceraian orang tua yang sebagai orang dewasa mereka kaitkan dengan perasaan hampa, kecewa, sedih, marah, serta kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi dan memengaruhi relasi interpersonal mereka. Untuk menghadapi pengalaman tersebut, partisipan melaporkan mengembangkan mekanisme perlindungan diri, seperti memendam emosi, menghindari interaksi, menjaga jarak secara emosional, serta mencari dukungan dari orang yang dipercaya. Dalam lingkup sampel kecil dan idiografik ini, temuan menunjukkan bahwa fatherless dapat menjadi pengalaman emosional yang kompleks dan tetap dimaknai hingga memasuki masa dewasa, dengan implikasi bagi pendekatan konseling yang peka terhadap isu ketidakhadiran ayah.

Author Biographies

  • Aliyatil Hamdaniati, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

    Aliyatil Hamdaniati, S.Psi. merupakan lulusan Program Studi Psikologi Islam, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Bidang minatnya meliputi psikologi perkembangan, dinamika emosional, kesehatan mental, dan pengalaman psikologis individu. Selama masa studi, ia aktif dalam penelitian dan penulisan ilmiah di bidang psikologi, termasuk kajian mengenai kebermaknaan hidup, optimisme, penerimaan diri, dan pengalaman psikologis individu. Penelitian tugas akhirnya berfokus pada pengalaman forgiveness pada individu dengan pengalaman fatherless menggunakan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Ia juga memiliki pengalaman dalam kegiatan penelitian, publikasi ilmiah, organisasi kemahasiswaan, serta berbagai kegiatan akademik dan pengembangan keilmuan di bidang psikologi.

  • Faruq, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

    Faruq, S.Psi., M.Psi. adalah dosen di Program Studi Psikologi Islam, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Menyelesaikan studi S1 dan S2 Psikologi di Universitas Muhammadiyah Surakarta, dengan fokus pada Psikologi Pendidikan. Aktif terlibat dalam penelitian dan publikasi ilmiah, serta   memiliki   pengalaman   sebagai   editor   dan reviewer di beberapa jurnal ilmiah. Menjadi tim trainer di AsR (Advan Serial Resource), yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan berbasis psikologi modern.

References

Alemu, M. (2025). Better than My Father or Better than His Absence: Understanding How Variation in Patterns of Absence Influence Intentions for Fatherhood. Qualitative Sociology, 48(1), 151–182. https://doi.org/10.1007/s11133-024-09584-8

Arnett, J. J. (2000). Emerging Adulthood: A Theory of Development From The Late Teens Through The Twenties. The American Psychologist, 55(5), 469–480. https://doi.org/10.1037/0003-066X.55.5.469

Badan Pusat Statistik. (2021). Profil Anak Usia Dini 2021.

Bowlby, J. (1969). Attachment and loss: Attachment: I (Second Edi). Basic Books.

Bowlby, J. (1980). Attachment And Loss: Loss Sadness And Depression. Basic Books.

Devi, D. R. S., Wandayanti, S. N. A., Saputri, B. D. A., Anwar, I. F., Amalianti, D. K., & Faruq, F. (2025). Self-Confidence pada Anak yang Mengalami Fatherless. Humanitas (Jurnal Psikologi), 9(1), 111–131. https://doi.org/10.28932/humanitas.v9i1.8927

Fajarrini, A., & Umam, A. N. (2023). Dampak Fatherless terhadap Karakter Anak dalam Pandangan Islam. Abata : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 3(1), 20–28. https://doi.org/10.32665/abata.v3i1.1425

Iskandar, A. S., Prasetyo, E., & Mulya, H. C. (2023). Dinamika Self-Esteem pada Emerging Adulthood yang Fatherless. Experientia: Jurnal Psikologi Indonesia, 11(2), 173–197. https://doi.org/10.33508/exp.v11i2.5122

Junaida, W. I., Puspita Dewi, E. M., & Siswanti, D. N. (2023). Makna Peran Ayah pada Dewasa Awal yang Mengalami Fatherless. Jurnal Psikologi Talenta Mahasiswa, 2(4), 99–107. https://doi.org/10.26858/jtm.v2i4.47092

La Kahija, Y. F. (2017). Penelitian Fenomenologis: Jalan Memahami Pengalaman Hidup (G. Sudibyo, Ed.). PT Kanisius.

Larouche, K., Pierce, T., Drapeau, S., & Saint-Jacques, M. C. (2023). A Multidimensional Measure of Father Involvement Following Parental Separation. Family Relations, 72(5), 3049–3066. https://doi.org/10.1111/fare.12809

Maako, A. C., & Koen, V. (2025). Black Young Adults’ Perceptions of Psychological Services Regarding Father Absence. Family Relations, 74(5), 2682–2701. https://doi.org/10.1111/fare.70024

Osinga, M., van Bergen, D. D., van Brummen-Girigori, O. J., Kretschmer, T., & Timmerman, M. C. (2023). “We Say ‘Mothers’ But Mean ‘Parents’”: Qualitative Perceptions and Experiences With Father Absence Among Curaçaoan, Curaçaoan-Dutch, and Dutch Young People. Journal of Adolescent Research, 38(6), 983–1015. https://doi.org/10.1177/07435584211014878

Prameswari, L. B., & Subagyo, T. (2025). 20,9 Persen Anak Indonesia Tumbuh Tanpa Peran Ayah. ANTARA.

Rachmanulia, N., & Dewi, K. S. (2023). Dinamika Psikologis Pada Anak Perempuan dengan Fatherless di Usia Dewasa Awal: Studi Fenomenologis. Konferensi Mahasiswa Psikologi Indonesia 4.0, 4, 88–98.

Ramadhani D, N. R., & Rifayanti, R. (2022). Hubungan Empati dengan Forgiveness Anak Korban Perceraian pada Masa Dewasa Awal. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 10(2), 260–269. https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v10i2.7304

Reuven-Krispin, H., Lassri, D., Luyten, P., & Shahar, G. (2021). Consequences of Divorce-Based Father Absence During Childhood for Young Adult Well-Being and Romantic Relationships. Family Relations, 70(2), 452–466. https://doi.org/10.1111/fare.12516

Simon, E., Raats, M., & Erens, B. (2024). Neglecting The Impact of Childhood Neglect: A Scoping Review of The Relation Between Child Neglect and Emotion Regulation in Adulthood. Child Abuse & Neglect, 153, 106802. https://doi.org/10.1016/j.chiabu.2024.106802

Syafitri, M., & Dariyo, A. (2025). Gambaran Self Confidence pada Dewasa Awal Wanita yang Mengalami Fatherless Divorce. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 4(2), 2849–2871.

Theofani, M., & Rohayani, H. (2025). Fatherless dalam Keluarga Kristen: Implikasi terhadap Perkembangan Anak di Masa Emerging Adulthood. Immanuel: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 6(1), 46–62. https://doi.org/10.46305/im.v6i1.395

Tracchegiani, J., Fontana, A., Benzi, I. M. A., Muzi, L., & Carone, N. (2025). Profiles of Childhood Maltreatment and Defenses: Associations with Personality Functioning in Emerging Adulthood. Journal of Child & Adolescent Trauma, 18(3), 653–667. https://doi.org/10.1007/s40653-025-00710-4

Wahyudi, S., Nurbayani, S., & Abdullah, M. N. A. (2024). Father-Hunger: Dampak Fatherless Pada Perempuan Dewasa Awal dalam Aspek Hubungan Romantis. Equillibrium: Jurnal Pendidikan, 12(2), 160–172. https://doi.org/10.26618/equilibrium.v12i2.14463

Zharima, C., Mboneli, E., Tsotetsi, L., Vermaak, S., Madi, P., Nkala-Dlamini, B., Violari, A., Kidman, R., Hammock, A., & Dietrich, J. (2026). “To Have a Father, Maybe I Was Going to be a Better Person”: A Qualitative Study Exploring the Effects of Biological Father Absence on Young Men in South Africa. Journal of Applied Youth Studies, 9(1), 1–21. https://doi.org/10.1007/s43151-025-00181-2

Downloads

Published

2026-11-01

How to Cite

Luka Emosional Fatherless: Pengalaman Retrospektif Emerging Adult atas Kehilangan Figur Ayah. (2026). Proceedings Conference Sinesia, 2(2), 948-969. https://doi.org/10.69836/ncrcs-sinesia.v2i2.257