Kembar Mayang: Simbol Harapan dan Doa dalam Pernikahan Etnis Jawa di Desa Denai Lama
DOI:
https://doi.org/10.69836/ncrcs-sinesia.v1i1.26Keywords:
Kembar Mayang, Fungsi, Makna SimbolikAbstract
Penelitian ini bertujuan menggali fungsi dan makna simbolik kembar mayang dalam tradisi pernikahan etnis Jawa. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan meliputi pengrajin kembar mayang, temok manten, serta masyarakat pengguna tradisi ini, yaitu etnis Jawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kembar mayang berfungsi sebagai media doa, arahan, dan nasihat bagi pasangan pengantin. Setiap unsur simboliknya mengandung makna mendalam: janur mencerminkan harapan akan keluarga harmonis, bunga pinang melambangkan kecantingkan, pohon pisang raja menggambarkan kemakmuran, daun beringin sebagai simbol perlindungan, daun andong mencerminkan tanggung jawab laki-laki, daun puring merepresentasikan pengendalian emosi, dan daun mangkok melambangkan rezeki.
References
Depdikbud. (1977). Tradisi Upacara Perkawinan Daerah Istimewa Yogyakarta. Jakarta: Balai Pustaka.
Filiandani, S. (2019). Simbolisme dalam Upacara Kayori Suku Pendau di Desa Tovia Tambu. Jurnal Bahasa dan Sastra, hlm. 80-91.
Gondowasito. (1965). Panduan Adat dan Prosesi Perkawinan Jawa. Jakarta: Dian Public Relation.
Harsono. (2020). Tradisi Nebus Kembar Mayang dalam Perkawinan Adat Jawa. Kawruh: Journal, hlm. 28-46.
Hendro, D. (2016). Pertunjukan Kembar Mayang dalam Upacara Perkawinan Jawa. Kalangwan, hlm. 41-50.
Nandia, A. (2013). Makna Simbolik Kembar Mayang dalam Pernikahan Adat di Desa Nambahrejo. Universitas Lampung
Paryati, D. (2017). Kembar Mayang sebagai inspirasi Motif Batik Tulis untuk Busana pernikahan. TAKS: UNY
Pasaribu, R. B. (2015). Kebudayaan dan Masyarakat. Semarang: Dian Nuswantoro.
Pratama, B. A., & Wahyuningsih, N. (2018). Adat Pernikahan Jawa di Klaten. Haluan Sastra Budaya, hlm. 19-40.
Rosidah, A. (2019). Filosofis Kembar Mayang dalam Ritual Pernikahan Jawa di Seluma. Jurnal Manthiq, hlm. 105-110.
Siyo, K., & Soekirman. (2008). Masyarakat Jawa di Sumatera: Sejarah dan Interaksinya. Pujakesuma.
Turner, V. W. (1967). The Forest of Symbols: Aspects of Ndembu Ritual. Ithaca: Cornell University Press.
Widayanti, S. (2008). Filosofis Kembar Mayang dalam Budaya Jawa. Jurnal Filsafat, 18(2), hlm. 116-129.
Widayanti, S. (2008). Makna Filosofis Kembar Mayang Dalam Kehidupan Masyarakat Jawa. Jurnal Filsafat, 115-129.
Zannah, U. (2014, Oktober). Prosesi Tebus Kembar Mayang sebagai Kearifan Lokal di Riau. Jom FISIP, 1(2), 1-16.
