Antara Kedekatan Dan Batasan (Anggapan Guru Sebagai Teman Terhadap Attitude Dalam Perspektif Bimbingan Dan Konseling)

Authors

  • Nuris Sai'dah Rahmah Maulidiyah Universitas Negeri Surabaya, East Java, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.69836/ncrcs-sinesia.v2i1.136

Keywords:

Student-Teacher Relationship, Respect, Guidance and Counseling, Literature Study, CBT

Abstract

Perubahan pola hubungan antara siswa dan guru di era modern menunjukkan pergeseran menuju interaksi yang lebih terbuka dan egaliter. Meskipun kondisi ini dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan komunikatif, hal ini juga berpotensi mengurangi rasa hormat siswa terhadap guru. Masalah ini tercermin dalam perilaku seperti komunikasi yang tidak sopan, kurangnya perhatian selama kegiatan belajar, dan pelanggaran peraturan sekolah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan penurunan rasa hormat siswa terhadap guru dan untuk meneliti peran bimbingan dan konseling dalam mengatasi fenomena ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan pustaka. Data dikumpulkan dari berbagai sumber ilmiah, termasuk jurnal, buku, penelitian sebelumnya, dan artikel terkait yang berhubungan dengan hubungan siswa-guru, perkembangan remaja, pendidikan karakter, dan pendekatan bimbingan dan konseling. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang fenomena tersebut. Temuan menunjukkan bahwa penurunan rasa hormat siswa terhadap guru dipengaruhi oleh karakteristik perkembangan remaja, media sosial dan pola komunikasi, lingkungan keluarga, budaya sekolah, dan distorsi kognitif dalam memandang guru sebagai teman sebaya tanpa batasan yang jelas. Dari perspektif bimbingan dan konseling, Terapi Perilaku Kognitif (CBT) dianggap efektif dalam membantu siswa merekonstruksi pola pikir irasional dan mengembangkan sikap sosial yang lebih adaptif. Kesimpulannya, menjaga keseimbangan antara kedekatan dan batasan dalam hubungan siswa-guru sangat penting untuk mendukung pengembangan karakter dan menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) tentang pendidikan berkualitas.

Author Biography

  • Nuris Sai'dah Rahmah Maulidiyah, Universitas Negeri Surabaya, East Java, Indonesia

    Penulis bernama Nuris Sa’idah Rahmah Maulidiyah merupakan mahasiswa aktif Fakultas Ilmu Pendidikan Program Studi S1 Bimbingan dan Konseling di Universitas Negeri Surabaya. Lahir di Gresik, 23 April 2004.

    Selain aktif dalam dunia perkuliahan, penulis memiliki minat pada bidang perkembangan remaja, kesehatan mental, serta penerapan layanan bimbingan dan konseling di lingkungan pendidikan. Melalui karya ilmiah ini, penulis berharap dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu bimbingan dan konseling.

References

Al Farisi, A. S. Q., & Azani, M. Z. (2024). Problems of Decreasing Student Morals Towards Teachers: Challenges and Solutions: al-Afkar, Journal For Islamic Studies, 7(3), 959-969. https://doi.org/10.31943/afkarjournal.v7i3.1563

Beck, A. T. (1976). Cognitive therapy and the emotional disorders. International Universities Press.

Corey, G. (2015). Theory and Practice of Counseling and Psychotherapy (tenth edition). Brooks/Cole Cengage Learning.

Corey, G. (2016). Theory and Practice of Counseling and Psychotherapy (ninth edition). Brooks/Cole Cengage Learning.

Dewi, P. Y. A. (2020). Hubungan Gaya Komunikasi Guru Terhadap Tingkat Keefektifan Proses Pembelajaran: Jurnal Purwadita, 3(2), 71-78. https://doi.org/10.55115/purwadita.v3i2.365

Faridah, D. N. (2015). Efektivitas Teknik Modeling Melalui Konseling Kelompok Untuk Meningkatkan Karakter Rasa Hormat Peserta Didik (Quasi Eksperimen Terhadap Siswa Kelas X Di SMK Muhammadiyah 2 Bandung Tahun Pelajaran 2014/2015). Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, 5(1), 45-66. https://doi.org/10.29080/jbki.2015.5.1.45-66

Habsy, B. A. (2017). Seni Memahami Penelitian Kuliatatif Dalam Bimbingan Dan Konseling: Studi Literatur: Jurnal Konseling Andi Matappa, 1(2), 90-100. https://doi.org/10.235678/25271987

KalderaNews.com. (2025). Viral! Guru tetap berdiri mengajar meski tak dihargai, warganet ikut terharu.

Khotimah, H. (2017). Pengaruh Pembelajaran Afektif Terhadap Sikap Hormat Siswa Kepada Guru. Jurnal Holistika, 1(2). https://doi.org/10.24853/holistika.1.2.%25p

Mu’in, F. (2011). Pendidikan Karakter. Jogjakarta; Ar-Ruzz Media.

Muntuan, M. V. (2023). Rendahnya Rasa Hormat Siswa SD Inpres Makalonsouw Kepada Guru. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(2), 375-381. https://doi.org/10.5281/zenodo.7575575

Santrock, J. W. (2007). Psikologi pendidikan. Tri Wibowo BS Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Sudjana. Metoda Statistika. Bandung: Tarsito.

Santrock, J. W. (2011). Adolescence (13th ed.). McGraw-Hill.

Sari, L. (2024). Siswa Tidak Sopan Terhadap Guru: Menelusuri Fenomena yang Mengkhawatirkan. Tambah Pinter. https://tambahpinter.com/siswa-tidak-sopan-terhadap-guru/

Sari, N. I., & Septiani, E. (2020). Menigkatkatkan nilai kesopanan dan kesantunan anak dalam berbahasa di era kenormalan baru. Diskusi Panel Nasional Pendidikan Matematika, 6(1).

Statistik, B. P. (2014). Kajian Indikator Sustainable Development Goals (SDGs). Badan Pusat Statistik.

WAHYUNI, D. (2020). Upaya Meningkatkan Rasa Hormat Siswa Terhadap Guru Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Menggunakan Teknik Role Playingpada Siswa Kelas Viii D Smp Negeri 1 Sintang (Doctoral dissertation).

Downloads

Published

2026-05-22

How to Cite

Antara Kedekatan Dan Batasan (Anggapan Guru Sebagai Teman Terhadap Attitude Dalam Perspektif Bimbingan Dan Konseling). (2026). Proceedings National Conference Sinesia, 2(1), 586-599. https://doi.org/10.69836/ncrcs-sinesia.v2i1.136

Similar Articles

11-19 of 19

You may also start an advanced similarity search for this article.