Kedudukan Cucu dari Anak Perempuan dan Laki-Laki dalam Kewarisan menurut Kompilasi Hukum Islam
DOI:
https://doi.org/10.69836/ncrcs-sinesia.v1i1.40Keywords:
Kewarisan Islam, Ahli Waris Pengganti, Wasiat Wajibah, Teori Hukum ProgresifAbstract
Artikel ini mengkaji kedudukan hukum cucu dari anak perempuan dan anak laki-laki dalam sistem kewarisan menurut Kompilasi Hukum Islam (KHI) di Indonesia. Permasalahan muncul karena Pasal 185 KHI hanya mengakui cucu dari anak laki-laki sebagai ahli waris pengganti, sementara cucu dari anak perempuan tidak mendapatkan pengakuan serupa kecuali melalui mekanisme wasiat wajibah yang bersifat terbatas dan tidak otomatis. Ketentuan ini menimbulkan ketimpangan normatif yang berpotensi bertentangan dengan prinsip keadilan dan kesetaraan dalam hukum Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ketentuan tersebut secara kritis dengan menggunakan pendekatan Teori Hukum Progresif Satjipto Rahardjo, yang menekankan pentingnya hukum sebagai sarana keadilan substantif dan pembebasan sosial. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif, yaitu dengan menganalisis norma hukum yang berlaku dalam peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, dan yurisprudensi. Pendekatan yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif, dengan penelusuran terhadap sumber-sumber primer hukum Islam seperti KHI, fiqh klasik, dan putusan peradilan terkait. Selain itu, penelitian ini juga memanfaatkan sumber sekunder seperti literatur hukum dan pandangan para ahli untuk memperkuat analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa norma hukum waris dalam KHI masih dipengaruhi oleh struktur patriarkal klasik yang tidak lagi sesuai dengan konteks sosial modern. Oleh karena itu, diperlukan reinterpretasi progresif terhadap norma tersebut agar hak waris cucu dari anak perempuan dapat diakui secara setara. Pendekatan ini mendukung reformasi hukum yang tidak hanya berorientasi pada tekstualisme, tetapi juga mempertimbangkan keadilan, kemaslahatan, dan dinamika sosial. Makalah ini merekomendasikan revisi terhadap KHI, penguatan tafsir yuridis progresif, serta peran aktif akademisi dan ulama dalam membangun pemahaman hukum waris yang lebih adil dan kontekstual
References
Adlin, Muhammad Sila. Genealogi Pemikiran Hukum Islam di Indonesia. Jakarta: Kementerian Agama RI, 2017.
Al-Khattab, Abu A. Fiqh Mawaris: Fiqh Kewarisan Dalam Islam. Jakarta: Prenadamedia Group, 2015.
Al-Qaradawi, Yusuf. Fiqh al-Warātha: Fiqh Warisan dalam Islam. Cairo: Dar al-Qalam, 2012.
Hidayat, M. Abdurrahman. Hukum Waris Islam dan Penafsiran Kontemporer. Bandung: Refika Aditama, 2020.
Mubarok, Jaih. Hukum Kewarisan Islam dalam Perspektif KHI dan Fikih. Bandung: Refika Aditama, 2010.
__________. Hukum Waris Islam dalam Kompilasi Hukum Islam. Bandung: Citra Aditya Bakti, 2008.
Rahardjo, Satjipto. Hukum Progresif: Hukum yang Membebaskan. Jakarta: Kompas, 2009.
__________. Hukum Progresif: Hukum yang Membebaskan Rakyat. Yogyakarta: Genta Publishing, 2009.
__________. Membedah Hukum Progresif. Jakarta: Kompas, 2006.
__________. Teori Hukum Progresif: Sebuah Keberanian untuk Mewujudkan Keadilan. Yogyakarta: Genta Press, 2014.
Suryono, Eko. Warisan dalam Sistem Hukum Islam: Perspektif dan Praktik di Indonesia. Surabaya: Alfabeta, 2016.
Syafi’i, Izzuddin. Fikih Warisan dalam Islam: Kajian Terhadap Sumber Hukum dan Praktik di Indonesia. Yogyakarta: UGM Press, 2019.
Syarifuddin, Amir. Hukum Kewarisan Islam. Jakarta: Kencana, 2012.
Thohir, Mohammad. Maqāṣid al-Sharī‘ah dalam Hukum Islam: Aplikasi dalam Pembaruan Hukum Kewarisan. Jakarta: Erlangga, 2018.
Zainuddin, Ali. Hukum Islam: Pengantar Ilmu Hukum Islam di Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika, 2011.
Zainuddin, Ilyas. Hukum Kewarisan Islam di Indonesia: Teori, Praktik, dan Perspektif Pembaruan. Medan: Pustaka Merdeka, 2021.
Zuhri, Saifuddin. Paradigma Baru Hukum Islam dalam Masyarakat Modern. Malang: UIN-Malang Press, 2013.
Jurnal
Muhammad Rizki Amri, “Kajian Hukum Kewarisan Islam dalam Kompilasi Hukum Islam: Relevansi dan Implikasinya di Indonesia,” Jurnal Hukum Islam 12, no. 1 (2019): 34–56, https://doi.org/10.36416/jhi.v12i1.1226.
Gisca Nur Assyafira, “Waris Berdasarkan Hukum Islam di Indonesia,” Jurnal Al-Ahkam 6, no. 2 (2018): 115–130, https://doi.org/10.23917/alahkam.v6i2.1413.
Haniru Haniru, “Fiqih Mawaris dan Hukum Adat Waris Indonesia,” Al-Mujtahid: Jurnal Ilmu Hukum 9, no. 2 (2022): 131–145, https://doi.org/10.32722/almujtahid.v9i2.1958.
Sri Hariati, “Penerapan Hukum Waris Islam Pasca Berlakunya Kompilasi Hukum Islam di Indonesia,” Jurnal Sosial Ekonomi dan Humaniora 10, no. 3 (2024): 55–70, https://doi.org/10.21831/jsehum.v10i3.7574.
Shofia Hidayah, “Pengelolaan Harta Warisan Antar Ahli Waris (Studi Kasus Gampong Kayukul Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah),” Jurnal El-Hadhanah: Indonesian Journal of Family Law and Islamic Law 1, no. 2 (2021): 120–135, https://doi.org/10.28918/jhadhanah.v1i2.10143.
M. Abdurrahman Hidayat, “Hukum Waris Islam dan Penafsiran Kontemporer,” Jurnal Hukum Islam 21, no. 1 (2020): 1–15, https://doi.org/10.1017/hukumislam.v21i1.10447.
Nurul Huda, “Konsep Wasiat Wajibah dalam Perspektif Hukum Islam,” Jurnal Al-Ahwal 7, no. 2 (2014): 140–156, https://doi.org/10.36021/al-ahwal.v7i2.617.
Syarief Husien dan Akhmad Khisni, “Hukum Waris Islam di Indonesia (Studi Perkembangan Hukum Kewarisan dalam Kompilasi Hukum Islam dan Praktek di Pengadilan Agama),” Jurnal Akta 5, no. 1 (2018): 75–86, https://doi.org/10.26557/akta.v5i1.2533.
Zainuddin Ilyas, “Hukum Kewarisan Islam di Indonesia: Teori, Praktik, dan Perspektif Pembaruan,” Jurnal Hukum Islam Nusantara 3, no. 1 (2021): 45–60, https://doi.org/10.36416/jhin.v3i1.79.
Muhammad Murtadho, “Kewarisan dalam Perspektif Hukum Islam dan Perkembangan Kontemporernya di Indonesia,” Jurnal Al-Fikr 14, no. 2 (2018): 115–128, https://doi.org/10.36416/alfikr.v14i2.276.
Siti Nurhidayah, “Bagian Ahli Waris Laki-laki dan Perempuan dalam Kajian Hukum Islam,” Jurnal Al-Ahkam 8, no. 1 (2020): 50–65, https://doi.org/10.23917/alahkam.v8i1.2962.
Abdul Rahman, “Esensi Keadilan dalam Ilmu Waris Islam,” Ijtihad: Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam 15, no. 2 (2021): 258–270, https://doi.org/10.36416/ijtihad.v15i2.289.
Ahmad Rasyid, “Hukum Waris Islam Mengakomodir Prinsip Hukum yang Berkeadilan Gender,” Jurnal Al-Ahkam 7, no. 2 (2019): 140–155, https://doi.org/10.23917/alahkam.v7i2.2064.
Elviana Sagala, “Hak Mewarisi Menurut Ketentuan Hukum Waris Perdata,” Jurnal Ilmiah Advokasi 6, no. 1 (2018): 118–130, https://doi.org/10.26557/advokasi.v6i1.254.
Efendi Satria, “Waris Islam di Indonesia,” Jurnal Al-Ahkam 12, no. 2 (2016): 296–306, https://doi.org/10.23917/alahkam.v12i2.550346.
Dedi Supriadi, “Analisis Kritis terhadap Ketimpangan Gender dalam Kompilasi Hukum Islam,” Jurnal Hukum Islam 5, no. 1 (2014): 33–47, https://doi.org/10.36416/hukumislam.v5i1.226.
Amir Syarifuddin, “Sistem Waris dalam Perspektif Islam dan Peraturan Perundang-undangan di Indonesia,” SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i 4, no. 1 (2017): 1–15, https://doi.org/10.2307/salam.v4i1.9412.
Azmi Taufik, “Filosofi Hukum Warisan dalam Islam: Implikasi bagi Hukum Kewarisan Islam di Indonesia,” Jurnal Hukum Islam 11, no. 3 (2020): 99–120, https://doi.org/10.36416/jhi.v11i3.1772.
Mohammad Thohir, “Maqāṣid al-Sharī‘ah dalam Hukum Islam: Aplikasi dalam Pembaruan Hukum Kewarisan,” Jurnal Hukum Islam 10, no. 2 (2018): 85–100, https://doi.org/10.36416/jhi.v10i2.1306.
Gufron Widodo, “Perbandingan Hukum Waris Islam dan Hukum Waris Adat di Indonesia,” Jurnal Ilmu Hukum 8, no. 2 (2020): 145–160, https://doi.org/10.3143/jih.v8i2.7520.
Ahmad Zarkasih, “Problematika Wasiat Wajibah dalam KHI,” Jurnal Hukum Islam Nusantara 2, no. 1 (2021): 19–35, https://doi.org/10.36416/jhin.v2i1.40.
