Budaya Masyarakat Desa Jatiguwi Sebagai Sumber Pembentukan Motif Gerak Tari Topeng Klana Gaya Jatiguwi

Authors

  • Ahmad Yusuf Institut Seni Indonesia Surakarta, Central Java, Indonesia Author
  • Slamet MD Institut Seni Indonesia Surakarta, Central Java, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.69836/ncrcs-sinesia.v2i1.201

Keywords:

Budaya masyarakat, Tari Topeng Klana, Jatiguwi, motif gerak, Wayang Topeng Malang

Abstract

Tari Topeng Klana gaya Jatiguwi merupakan salah satu bentuk tari tradisional dalam pertunjukan Wayang Topeng Malang yang memiliki kekhasan pada karakter tokoh, motif gerak, serta keterkaitan erat dengan budaya masyarakat pendukungnya. Permasalahan penelitian ini berfokus pada bagaimana budaya masyarakat Desa Jatiguwi berperan dalam pembentukan motif gerak Tari Topeng Klana serta makna budaya yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan unsur-unsur budaya masyarakat Jatiguwi yang menjadi sumber pembentukan motif gerak tari dan menjelaskan Tari Topeng Klana sebagai representasi kehidupan sosial masyarakat setempat. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnokoreologi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di Sanggar Madyo Laras dengan narasumber Susilo Hadi, Deris Sandra Arifianto, dan Setyo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif gerak Tari Topeng Klana gaya Jatiguwi tidak terbentuk secara spontan, melainkan melalui proses internalisasi budaya lokal. Budaya agraris masyarakat petani tembakau tercermin pada motif gerak kopyokan dan blugeran. Tradisi pencak dor memengaruhi motif gerak ukel pakis. Kesenian tayub memengaruhi motif gerak kencrong alap-alap dan ongkekan. Temuan ini menunjukkan bahwa Tari Topeng Klana gaya Jatiguwi merupakan teks budaya yang merepresentasikan aktivitas ekonomi, sistem sosial, maskulinitas lokal, dan ekspresi seni masyarakat Desa Jatiguwi. Pelestarian tari ini memerlukan regenerasi pelaku seni agar tetap berkelanjutan.

Author Biography

  • Ahmad Yusuf, Institut Seni Indonesia Surakarta, Central Java, Indonesia

    Ahmad Yusuf, lahir di Malang pada tanggal 9 Mei 1999, adalah seorang mahasiswa yang berdedikasi tinggi dalam bidang seni dan budaya. Perjalanan pendidikannya dimulai dari tanah kelahirannya di Turen, Malang, menempuh jenjang SD Tamansiswa Turen, dilanjutkan ke SMP Tamansiswa Turen, dan menyelesaikan pendidikan menengahnya di SMA Negeri 1 Turen.

    Ketertarikannya pada dunia akademik membawanya menempuh pendidikan tinggi di Universitas Negeri Malang untuk jenjang S1 Pendidikan Seni Tari dan Musik. Saat ini, Ahmad Yusuf tengah melanjutkan studinya di jenjang S2 di Institut Seni Indonesia Surakarta bidang Pengkajian Seni, menunjukkan komitmennya yang kuat dalam memperdalam ilmu seni. Sebagai seorang mahasiswa, ia terus aktif menggali pengetahuan dan mengembangkan diri di bidang yang digelutinya.

References

Al-amin, A. N. F. (2022). PERKEMBANGAN KESENIAN TAYUB DI KABUPATEN BOJONEGORO PADA TAHUN 1990-2000. AVATARA, 12(2).

Ardiansyah, Risnita, & Jailani, M. S. (2023). Teknik Pengumpulan Data Dan Instrumen Penelitian Ilmiah Pendidikan Pada Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif. Jurnal IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam. https://api.semanticscholar.org/CorpusID:260654922

Cahyaningrum, P. N., Wahyuningtyas, T., & Pristiati, T. (2025). Makna Simbolik Gerak Tari Pedhanyangan Kapal Kandas pada Ritual Bersih Desa Jatiguwi Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang. Journal of Language Literature and Arts, 5(3), 285–298. https://doi.org/10.17977/um064v5i32025p285-298

Decicca, P., Kenkel, D., & Lovenheim, M. (2020). The Economics of Tobacco Regulation: A Comprehensive Review. IO: Regulation. https://doi.org/10.3386/w26923

Dwi, J., Sugito, B., & Kristiandri, D. (2019). Relevansi Tari Topeng Bapang Terhadap Kreativitas Gerak. GETER : Jurnal Seni Drama, Tari Dan Musik, 2(1), 8–18. https://doi.org/10.26740/geter.v2n1.p8-18

Eseigbe, O. P., & Oboho, O. O. (2025). Performing Arts, Civil Society Actions, and Citizens’ Agitation. IMPRESSARIOA: Journal of Cultural Administration and Theatre Management. https://doi.org/10.70118/tiij0003

Hidajat, R. (2013). KARAKTERISTIK EMPAT TOKOH PADA WAYANG TOPENG MALANG. Joged, 3. https://doi.org/10.24821/joged.v3i2.335

Hidayah, N., Najamuddin, & Alwi, A. (2026). Pendidikan Lintas Budaya sebagai Upaya Membangun Kerukunan Umat Beragama di Indonesia. Inspirasi : Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 3(1), 1–13.

Imani, A., & Ropi’ah. (2021). Correlation of Panji’s Lust in Wangbang Wideha Manuscript with Javanese Spirituality. Proceedings of the International Joint Conference on Arts and Humanities 2021 (IJCAH 2021). https://doi.org/10.2991/assehr.k.211223.005

Karjaya, L. P., Putri, E. A., Khuzaima, A. H., Rahmi, M., & Puspasari, R. K. (2026). The Role of Community-Based Tourism in Supporting Sustainable Tourism in the. Sociale : Journal of Social and Political Sciences, 2(1), 80–111.

Mahfud, M. H., & Wahyudi, D. Y. (2023). Nilai-nilai kearifan lokal wayang topeng malangan sebagai sumber pembelajaran sejarah. 3(April), 225–233.

Maulana, H., Nisa, N. K., Fitriyanti, H., Mahadina, I. J., & Khasifa, K. H. (2026). Guradog Local Wisdom , Tradition , And Politics : The Relationship Between Village Government And The Guradog Kasepuhan. Sociale : Journal of Social and Political Sciences, 2(1), 41–57.

Murti, O. S. (2016). Rekonstruksi wayang topeng lakon lembu gumarang di desa jatiguwi kabupaten malang. INSTITUT SENI INDONESIA SURAKARTA.

Nurfajriani, W. V., Wahyu, M., Arivan, I., Sirodj, R. A., & Afgani, M. W. (2024). Triangulasi Data Dalam Analisis Data Kualitatif. Wahana Pendidikan, 10(17), 826–833.

Pramutomo, R. M. (Ed.). (2007). Etnokoreologi Nusantara (batasan kajian, sistematika, dan aplikasi keilmuannya). ISI Press.

Pramutomo, R. M., Slamet, M., & Mulyadi, T. (2018). Langen Carita Jaka Tingkir Opera Edukasi Anak. Panggung, 23(3), 331–345.

Pratama, F. A., & Basuki, S. (2026). Puja Mandala sebagai Manifestasi Toleransi dan Pluralisme : Perspektif Teologi dan Sosial di Bali. Sociale : Journal of Social and Political Sciences, 2(1).

Purwono, P. Y. (2024). ICULTOURE . ID as a supporting media for integrated Indonesian language learning and cultural. Inspirasi : Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 1(1), 34–52.

Qomarrullah, R., & Sokoy, F. (2025). Asal-usul dan Transformasi: Pencak Dor dari Latihan Santri hingga Hiburan Rakyat. SOKO GURU: Jurnal Ilmu Pendidikan. https://doi.org/10.55606/sokoguru.v5i2.5765

R.M., L. A. (2016). Seni Pertunjukan Tradisional Di Persimpangan Zaman: Studi Kasus Kesenian Menak Koncer Sumowono Semarang. HUMANIKA, 23(2), 25–31.

Rahayuningtyas, W. (2022). Struktur penyajian “ Lahire Naga Tahun ” pada pertunjukan dramatari Wayang Topeng Malang. Jurnal Bahasa,Sastra,Seni Dan Pengajarannya Bahasa Dan Seni, 50(1), 87–97.

Rahayuningtyas, W., & Jazuli, M. (2018). Oral tradition as a medium of inheriting dramatari wayang topeng in padepokan seni topeng Asmarabangun, Malang, Indonesia. The Journal of Educational Development, 6(3), 323–332. https://journal.unnes.ac.id/sju/jed/article/view/24285

Rochayati, R. (2017). Seni Tari Antara Ruang Dan Waktu. Jurnal Sitakara, 2(2). https://doi.org/10.31851/sitakara.v2i2.1194

Siregar, M., & Pasaribu, M. (2023). Analisis Strategi Pemilihan Narasumber Webinar terhadap Peningkatan Jumlah Member pada PT . Dilo Medan. Remik, 7(1), 853–858.

Sjarif, N., Najamuddin, & Alwi, A. (2026). Negotiation Strategies of Masserempulu Ethnic Identity : A Cross-Cultural Analysis in the Context of Bugis and Toraja Cultural Hegemony. Inspirasi : Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 3(1), 22–37.

Slamet. (2018). Metode Penelitian Tari. ISI Press.

Slamet, M., Supriyono, Karyono, Putro, R. L. U., & Lokanantasari, R. P. (2025). Alternatif Metodologi Penciptaan Tari Nini Towok Karya Slamet MD. Jurnal Pakarena, 10(1), 9–24.

Solihah, R., Yuliawan, D., & Firdaus, M. (2025). Dominasi Teknik Dasar pada Pencak Dor. SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga. https://doi.org/10.46838/spr.v5i3.657

Tayibnapis, R. G., Muqsith, M., Muzykant, V., & Kuswant, A. (2022). Bias Meaning of Symbols and Sings of Indonesian Topeng Malangan Puppet Show. RUDN Journal of Language Studies, Semiotics and Semantics. https://doi.org/10.22363/2313-2299-2022-13-4-1122-1135

Wulandari, D., Nurcahyono, O. H., & Rahman, A. (2021). Revisiting Tradition-Religion Relationship in Javanese Tayub Dance: How Local Community Deals with Dilemmas. Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan. https://doi.org/10.21580/ws.29.1.8578

Yusuf, A., & MD, S. (2025). Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis Wayang Topeng Malang di SMP Negeri 2 Sumberpucung. PROCEEDINGS NATIONAL CONFERENCE SISI INDONESIA II Accelerating SDGs Implementation in Indonesia towards a Golden Indonesia 2045, 734–748.

Downloads

Published

2026-05-22

How to Cite

Budaya Masyarakat Desa Jatiguwi Sebagai Sumber Pembentukan Motif Gerak Tari Topeng Klana Gaya Jatiguwi. (2026). Proceedings National Conference Sinesia, 2(1), 24-38. https://doi.org/10.69836/ncrcs-sinesia.v2i1.201

Similar Articles

11-20 of 42

You may also start an advanced similarity search for this article.