Systematic Review Hubungan Diare Kronis dan Infeksi Cacingan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Indonesia

Authors

DOI:

https://doi.org/10.69836/ncrcs-sinesia.v1i2.94

Keywords:

Stunting, Chronic Diarrhea, Helminth Infection, Children Under Five, Indonesia

Abstract

Latar Belakang: Stunting pada balita merupakan masalah kesehatan serius di Indonesia yang berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia dan pertumbuhan ekonomi. Diare kronis dan infeksi cacingan diketahui sebagai faktor infeksi yang berkontribusi terhadap peningkatan risiko stunting melalui gangguan penyerapan nutrisi dan kekurangan energi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara diare kronis, infeksi cacingan, dan kejadian stunting pada balita di Indonesia. Metode: Menggunakan pendekatan systematic review berdasarkan panduan PRISMA. Artikel relevan diidentifikasi melalui database PubMed dan Google Scholar. Sebanyak 24 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi hubungan antara diare kronis, infeksi cacingan, dan stunting pada balita. Hasil: Sebagian besar studi menunjukkan hubungan signifikan antara diare kronis dan infeksi cacingan dengan kejadian stunting. Dari 24 artikel, 11 studi melaporkan hubungan signifikan antara diare dan stunting, 3 studi menunjukkan hubungan signifikan antara infeksi cacingan dan stunting, serta 6 studi menemukan kombinasi keduanya meningkatkan risiko stunting. Sementara itu, 1 studi tidak menemukan hubungan antara diare dan stunting, dan 3 studi lainnya tidak menemukan hubungan signifikan antara kombinasi kedua faktor tersebut. Secara keseluruhan, lebih banyak studi mendukung adanya hubungan signifikan dibandingkan yang tidak. Di antara kedua faktor tersebut, diare lebih sering dilaporkan sebagai faktor signifikan dalam meningkatkan risiko stunting dibandingkan infeksi cacingan. Kesimpulan: Diare kronis dan infeksi cacingan merupakan faktor risiko signifikan terhadap stunting pada balita di Indonesia. Diperlukan intervensi komprehensif melalui peningkatan akses sanitasi, pengobatan kecacingan rutin, dan perbaikan status gizi untuk menurunkan prevalensi stunting di Indonesia.

References

Aba, M. (2025). HUBUNGAN PENYAKIT INFEKSI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA UMUR 24-59 BULAN. Journal Of Midwifery, 13(1), 79. https://jurnal.unived.ac.id/index.php/JM/article/view/8735

Arini, D., Nursalam, N., Mahmudah, M., & Faradilah, I. (2020). The incidence of stunting, the frequency/duration of diarrhea and Acute Respiratory Infection in toddlers. Journal of Public Health Research, 9(2), 117–120. https://doi.org/10.4081/jphr.2020.1816

Astuti, S., & Idealistiana, L. (2023). ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI DESA RAGEMANUNGGAL WILAYAH KERJA PUSKESMAS SETU II BEKASI. Jurnal Ilmiah Keperawatan, 9(4), 231–235. https://doi.org/10.33023/jikep.v9i4.1611

Azaluddin, A., Adam, A., Zamli, Z., & Maria, I. L. (2025). KARAKTERISTIK IBU DAN FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 0-23 BULAN. Hasanuddin Journal of Public Health, 6(3), 296–305. https://doi.org/10.30597/hjph.v6i3.47285

Dianah, Z., Fitria, L., & Wulandari, R. A. (2021). PEMODELAN FAKTOR YANG BERKONTRIBUSI TERHADAP STUNTING PADA BADUTA DI WILAYAH PKGBM KALIMANTAN BARAT TAHUN 2017. Journal of Baja Health Science, 1, 55–69. https://doi.org/10.47080/joubahs.v1i01.1174

Diaz, A. R., & Ramadhani, F. (2022). HUBUNGAN SANITASI DASAR DAN RIWAYAT PENYAKIT INFEKSI DIARE PENYEBAB STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JERUSU DESA JERUSU KECAMATAN KEPULAUAN ROMANG KABUPATEN MALUKU BARAT DAYA. Molucca Medica, 15(2), 90–99. https://doi.org/10.30598/molmed.2022.v15.i2.90

Eldrian, F., Karinda, M., Setianto, R., Dewi, A. B., & Gusmira, Y. H. (2023). Hubungan Riwayat Penyakit Infeksi Dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Cipadung Kota Bandung Relationship of History of Infectious Diseases with the Incidence of Stunting in Toddlers at the Cipadung Health Center, Bandung City. 9(1), 80. https://www.academia.edu/download/102798687/274.pdf

Irawan, A., & Hastuty, H. S. B. (2022). Kualitas Fisik Air, Kejadian Diare Dengan Stunting Pada Balita di Puskesmas Arso Kota. Jurnal Kesehatan Komunitas, 8(1), 130–134. https://doi.org/10.25311/keskom.vol8.iss1.1119

Jatiningsih, S. P., & Budiono, I. (2023). ANALISIS DETERMINAN KEJADIAN STUNTING ANAK USIA 24-59 BULAN DITINJAU DARI STATUS BEKERJA IBU PADA KELUARGA BURUH INDUSTRI KOTA SEMARANG. JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal), 11(4), 371–384. https://doi.org/10.14710/jkm.v11i4.40350

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 dalam Angka. Jakarta. https://stunting.go.id/ssgi-2024-prevalensi-stunting-nasional-turun-jadi-198-capai-angka-di-bawah-proyeksi-bappenas/

Kitu, H. O. N., Syamruth, Y. K., & Purnawan, S. (2023). Factors Associated with Stunting in Toddlers Under the Service Area of Bakunase Primary Health Center in Kupang City. JPHTCR, 6(2), 37–48. https://doi.org/10.14710/jphtcr.v6i2.18034

Lusiani, V. H., & Anggraeni, A. D. (2021). HUBUNGAN FREKUENSI DAN DURASI PENYAKIT INFEKSI DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEBASEN KABUPATEN BANYUMAS. Journal of Nursing Practice and Education, 2(1), 1–13. https://doi.org/10.34305/jnpe.v2i1.374

Maulidah, W. B., Rohmawati, N., & Sulistiyani, S. (2019). Faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Desa Panduman Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember. Jurnal Ilmu Gizi Indonesia, 2(2), 89–0. https://doi.org/10.35842/ilgi.v2i2.87

Natasha, F., Maywati, S., & Neni, N. (2025). HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE DAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANGANYAR KOTA TASIKMALAYA. Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia, 21(11), 69. https://doi.org/10.37058/jkki.v21i1.14801

Novianti, S., Huriyati, E., & Padmawati, R. S. (2023). Safe Drinking Water, Sanitation and Mother’s Hygiene Practice as Stunting Risk Factors: A Case Control Study in a Rural Area of Ciawi Sub-district, Tasikmalaya District, West Java, Indonesia. Ethiop J Health Sci., 33, 935–944. https://doi.org/10.4314/ejhs

Novianti, S., & Nurjaman, A. (2022). THE RELATIONSHIP OF ENVIRONMENTAL FACTORS AND A HISTORY OF DIARRHEA TO THE INCIDENCE OF STUNTING IN BADUTA AGED 6-23 MONTHS (Study in the Working Area of Puskesmas Ciawi Tasikmalaya Regency). International Journal of Health Science & Medical Research, 1(2), 62–72. https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/ihsmr/article/view/12764/0

Nugraheni, D. E., Yorita, E., Pravita, A., & Asih, Y. (2023). Scoring Card for Characteristics of Mother, Child, and Environtment in Early Stunting Detection Efforts. Jurnal Kesehatan, 14(1), 81–87. https://doi.org/10.26630/jk.v14i1.3559

Nuryanto, Oktarina, R., Komalasari, O., & Juairiyah, O. (2021). The Differences of Nutritional Status of Children Living in Riverbank and in Mainland of Pedamaran i District of Ogan Komering Ilir Regency. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 810(1), 1–7. https://doi.org/10.1088/1755-1315/810/1/012034

Olin, W., & Paun, R. (2022). The Factors That Influence the Incidence of Infection of Intestinal Worms in Children Under Five with the Problem of Nutritional Stunting in the South Timor Timor District (TTS). Global Journal of Health Science, 14(5), 39–47. https://doi.org/10.5539/gjhs.v14n5p39

Owa, K., Tokan, P. K., & Bedho, M. (2024). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak prasekolah di Kabupaten Ende. Holistik Jurnal Kesehatan, 17(9), 859–869. https://doi.org/10.33024/hjk.v17i9.12810

Saputri, E. A., Abdullah, Akhriani, M., & Marthalena, Y. (2025). Hubungan Pola Konsumsi Sumber Protein Hewani, Riwayat Penyakit Infeksi dan Tingkat Pengetahuan Gizi Ibu dengan Kejadian Stunting Balita 12-59 Bulan. Jurnal Riset Gizi, 13(1)(1), 65. https://doi.org/10.31983/jrg.v13i1.12525

Sartika, A. N., Khoirunnisa, M., Meiyetriani, E., Ermayani, E., Pramesthi, I. L., & Nur Ananda, A. J. (2021). Prenatal and postnatal determinants of stunting at age 0–11 months: A cross-sectional study in Indonesia. PLoS ONE, 16(7), 1–14. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0254662

Suciyanti, D., Wangge, G., Iskandar, E., Fahmida, U., & Supali, T. (2021). Social Determinants and Access to Water-Sanitation-Hygiene as Dominant Risk Factors of Stunting among Under-five Children in Rural Area of East Indonesia. Pusat Kajian Gizi Regional - Universitas Indonesia, 1–15. https://doi.org/10.20944/preprints202107.0279.v1

Warnelis, E., & Simamora, D. (2021). PENGARUH RIWAYAT INFEKSI DAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP TUMBUH KEMBANG BALITA DALAM MENCEGAH STUNTING. Jurnal Maternitas Kebidanan, 6(1), 80–86. https://doi.org/10.34012/jumkep.v6i1.1310

Widayatun. (2023). KEBERHASILAN DAN TANTANGAN PENURUNAN KASUS STUNTING DI INDONESIA: UPAYA MENCAPAI TARGET SDGS. Jurnal Kependudukan Dan Pembangunan Berkelanjutan, 1(1), 33–43. https://doi.org/10.33476/jkpb.v1i1.99

Wulandari, Y., & Ismiyati, I. (2024). Stunting dan Infeksi pada Balita di Provinsi Banten. Journal of Midwifery and Health Research, 2(2), 46–49. https://doi.org/10.36743/jmhr.v2i02.694

Wulandary, W., & Sudiarti, T. (2024). Stunting on Children Aged 6 – 23 Months in East Nusa Tenggara Province. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 19(4), 585–595. https://doi.org/10.15294/kemas.v19i4.48703

Downloads

Published

2025-12-06

How to Cite

Systematic Review Hubungan Diare Kronis dan Infeksi Cacingan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Indonesia. (2025). Proceedings National Conference Sinesia, 1(2), 771-797. https://doi.org/10.69836/ncrcs-sinesia.v1i2.94

Similar Articles

1-10 of 21

You may also start an advanced similarity search for this article.